Translate

Sabtu, 14 Maret 2015

Sukses Meraih Mimpi


Dalam hal meraih mimpi, tentunya kesuksesan tidak selalu berpihak pada diri setiap orang. Banyak diantara mereka yang tak luput dari kegagalan, atau istilah kerennya adalah kesuksesan yang tertunda. Tak terkecuali orang-orang jenius yang kecerdasannya mendekati sempurna. Karena, memang tidak ada jaminan bahwa orang pintar akan selalu sukses.  Maka dari itu, jangan heran jika anda menemui rekan sekolah anda yang dulu dikenal pandai dan cerdas namun akhirnya hanya merutuki nasib karena masa depannya yang suram. Banyak sekali hal yang dapat menjadi pemicu kegagalan.
Berikut hal-hal yang memicu kegagalan seseorang.
  • Kurangnya keterampilan sosial
Seberapa pun hebatnya intelegensi akademis seseorang, dia tetap perlu memiliki intelegensi sosial, seperti kemampuan mendengarkan, peka terhadap perasaan orang lain, memberi dan menerima kritik dengan baik. Orang yang memiliki intelegensi sosial tinggi mampu mengakui kesalahan mereka dan tahu bagaimana membina dukungan tim.
  • Tidak adanya tujuan yang jelas
Setiap manusia harus memiliki tujuan. Jika hidup kita menuju ke satu arah tertentu, maka persiapkan diri untuk menuju arah itu. Kalau tujuan hidup kita tidak jelas, kita akan semakin dekat dengan kegagalan. Bagaimana mungkin kita bisa mencapai satu tujuan jika alamatnya saja kita tidak tahu, apalagi jika kita tidak berusaha mencari tahu. 
  • Pendidikan yang tidak memadai
Di era teknologi saat ini, kita sulit meraih sukses tanpa bekal pendidikan yang memadai. Pendidikan dapat mengasah intelegensia dan intelektual kita, dan bisa mencegah kita untuk gagal dan membantu kita menggenggam sukses. Namun tidak sedikit diantara kita yang tidak menghargai pendidikan yang dengan mudah kita dapatkan.
  • Kurang berambisi
Ambisi penting untuk menambah semangat   dalam mencapai tujuan hidup. Apabila kita kurang berambisi, jalan kita mencapai tujuan tersendat-sendat. Karena kita tidak punya motivasi yang kuat untuk mencapai tujuan. Jika berjalan terlalu lambat, kita pasti akan bertemu dengan kegagalan.
  • Selalu berpikiran negatif
Selama kita selalu curiga dan iri hati terhadap kesuksesan orang lain, jangan harap kita bisa meraih kesuksesan yang kita idam-idamkan. Sikap negatif akan merusak mental kita dan menggiring kita kepada kegagalan. Jadi kita harus berpikir positif tentang diri kita dan orang lain.  
  • Tidak ada komitmen
Sesuatu yang dilakukan setengah-setengah akan memperbesar kemungkinan gagal. Suatu tujuan perlu di iringi dengan tekad, semangat, dan komitmen yang kuat untuk mencapainya.
  • Kurang percaya diri
Rasa percaya diri membantu kita menggapai tujuan. Jika kita tidak percaya diri, kita akan selalu ragu dalam melakukan apa saja. Walau sesungguhnya kita mampu. Sehingga kita akrab dengan kegagalan. Rasa percaya diri yang pas akan membantu kita menghilangkan segala hambatan untuk meraih keberhasilan. Kita harus yakin bahwa kita bisa melakukannya.
  • Kurang fokus
Beberapa orang melakukan terlalu banyak kegiatan sehingga akhirnya tidak melakukan satu pun dengan baik. Fokuskan kembali diri kita pada apa yang paling baik dilakukan. Sadarilah keterbatasan kita, tetapkan prioritas, dan susun organisasi usaha kita. 
  • Terlalu berhati-hati
Banyak keberhasilan bisa diraih karena modal nekad. Kadang terlalu banyak pertimbangan dan hati-hati, malah membuat seseorang tertinggal dan gagal. Orang sudah sampai di garis finish, kita baru berancang-ancang. Akibatnya kita tertinggal jauh. 

Apabila kita sudah tahu apa yang dapat menjadi penyebab suatu kegagalan, sebisa mungkin hindarilah itu semua. Dan apabila kita sudah terlanjur jatuh, maka bangkit dan berdirilah. Banyak sekali alternatif jalan yang dapat kita tempuh untuk meraih sukses. Salah satunya adalah “AMPUH”. “AMPUH” merupakan Salah satu metode yang dapat kita gunakan untuk meraih cita cita kita dan menuju kesuksesan.
  • Ambil kesempatan
Banyak kesempatan berada di sekeliling kita, namun kita tidak mampu menangkap. Ini dikarenakan kurangnya sensitivitas atau kepekaan kita terhadap keberadaan peluang tersebut.
  • Mantapkan motivasi
Orang boleh punya kemampuan, orang boleh punya kesempatan. Akan tetapi kalau tidak ada kemauan, maka tidak akan sukses. Maka langkah kedua yang dibutuhkan adalah memantapkan motivasi. Apabila ada motivasi, maka potensi akan berkembang dengan baik.
  • Pelajari keterampilan
Untuk dapat meraih kesuksesan tidak sekedar dibutuhkan pengetahuan. Tapi juga keterampilan. Banyak keterampilan yang dapat kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan keterampilan negatif pun kalau kita gunakan untuk hal yang positif akan membuahkan hasil.
  • Usaha optimal
Kesuksesan tidak akan datang dengan sendirinya. Oleh karena itu, perlu adanya usaha optimal untuk dapat mewujudkan cita-cita. 
  • Hidup seimbang
Belajar bukan hanya sekedar memenuhi otak dengan pengetahuan akademis. Sebaik-baiknya urusan adalah yang berada dipertengahan. Kita ingat akhirat, tapi jangan lupakan dunia. Kebutuhan fisik perlu, kebutuhan non fisik juga perlu. Kebutuhan spiritual perlu, kebutuhan material juga perlu.

Pada akhirnya, kegagalan bukanlah 'jalan buntu' untuk mencapai kesuksesan. Kesempatan datang silih berganti. Jika hari ini kita gagal, mungkin besok kita akan sukses. Jika kita mampu berpikir jernih mengenai kegagalan dan menyadari bahwa dalam hidup ini selalu ada pilihan, kita akan bisa menyikapi sebuah kegagalan sebagai pelajaran yang berharga. Ingat, tak ada orang yang lebih bodoh daripada orang yang tidak bisa memetik pelajaran dari sebuah kegagalan. 

Teruslah bermimpi. Kita harus yakin dan percaya, mimpi dapat dengan mudah menjadi kenyataan bila kita berusaha mewujudkannya. Siapapun boleh saja bermimpi. Tak ada mimpi yang terlalu tinggi, semua sangat mungkin untuk diraih.

Jumat, 13 Maret 2015

Fungsi Legislatif

Di Indonesia, lembaga legislatif dikenal sebagai Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). DPR merupakan lembaga negara yang berperan sebagai wakil rakyat dalam sistem pemerintahan.

Anggota DPR berasal dari partai politik peserta pemilu yang dipilih langsung melalui pemilihan umum. DPR berkedudukan di tingkat pusat, sedangkan lembaga legislatif di tingkat daerah disebut:

  • DPRD Provinsi di tingkat provinsi
  • DPRD Kabupaten/Kota di tingkat kabupaten atau kota

Berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang Pemilu, jumlah anggota lembaga legislatif diatur sebagai berikut:

  • DPR terdiri dari 560 anggota
  • DPRD provinsi berjumlah minimal 35 orang dan maksimal 100 orang
  • DPRD kabupaten/kota berjumlah minimal 20 orang dan maksimal 50 orang

Keanggotaan DPR diresmikan melalui keputusan presiden. Masa jabatan anggota DPR adalah lima tahun dan berakhir setelah anggota DPR yang baru dilantik serta mengucapkan sumpah atau janji dalam sidang paripurna.

Fungsi DPR sebagai Lembaga Legislatif

Sebagai lembaga legislatif, DPR memiliki tiga fungsi utama:

1. Fungsi Legislasi

DPR berperan dalam pembentukan undang-undang bersama pemerintah.

2. Fungsi Anggaran

DPR memiliki kewenangan untuk membahas dan menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

3. Fungsi Pengawasan

DPR bertugas mengawasi jalannya pemerintahan dalam melaksanakan undang-undang dan kebijakan negara.

Hak-Hak DPR

Untuk menjalankan fungsinya secara efektif, DPR memiliki beberapa hak, antara lain:

  • Hak Interpelasi

Hak untuk meminta keterangan kepada pemerintah mengenai kebijakan penting yang berdampak luas bagi masyarakat.

  • Hak Angket

Hak untuk melakukan penyelidikan terhadap kebijakan pemerintah yang diduga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

  • Hak Menyatakan Pendapat

Hak untuk menyampaikan pandangan terhadap kebijakan pemerintah atau kejadian luar biasa di dalam negeri, termasuk sebagai tindak lanjut dari penggunaan hak interpelasi dan hak angket.

Dalam menjalankan tugasnya, DPR juga membentuk komisi-komisi yang bekerja sama dengan pemerintah sebagai mitra kerja dalam berbagai bidang.


Cari tahu lebih lanjut terkait fungsi eksekutif dan yudikatif di Tugas Pokok dan Fungsi Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif 

Rabu, 11 Maret 2015

Cara Kerja Kamera

Kamera merupakan perangkat yang sangat familiar dalam kehidupan sehari-hari. Alat ini berfungsi untuk merekam objek menjadi gambar yang menyerupai bentuk aslinya.

Secara prinsip, cara kerja kamera mirip dengan sistem penglihatan pada mata manusia. Pada kamera konvensional, bayangan objek jatuh pada film, yaitu lapisan peka cahaya yang umumnya terbuat dari bahan seluloid. Ketika cahaya dari suatu benda dengan intensitas tertentu mengenai film, bayangan akan terekam pada permukaannya. Peran film ini serupa dengan retina pada mata yang berfungsi menangkap bayangan.

Sebuah kamera memiliki tiga komponen utama, yaitu:

  • Lensa cembung, yang berfungsi membentuk bayangan objek.
  • Diafragma, yang mengatur jumlah cahaya yang masuk ke dalam kamera.
  • Film (pelat sensitif), yang berfungsi menangkap bayangan yang dibentuk oleh lensa. Film dibuat dari bahan kimia yang sensitif terhadap cahaya sehingga dapat mengalami perubahan ketika terkena cahaya.

Ketiga komponen tersebut memiliki kemiripan dengan bagian-bagian pada mata, yaitu:

  • Lensa cembung ↔ lensa mata
  • Diafragma ↔ iris
  • Film ↔ retina

Proses Kerja Kamera

  1. Secara umum, proses kerja kamera berlangsung sebagai berikut:
  2. Objek yang akan difoto berada di depan lensa.
  3. Saat diafragma terbuka, cahaya dari objek masuk melalui celah diafragma menuju lensa.
  4. Lensa kemudian membentuk bayangan objek.
  5. Agar bayangan jatuh tepat pada film dan tampak jelas, posisi lensa perlu disesuaikan dengan cara digeser mendekati atau menjauhi film. Proses ini mirip dengan akomodasi pada mata saat menyesuaikan fokus penglihatan.

Kamera Digital

Perkembangan teknologi menghadirkan kamera digital yang bekerja tanpa menggunakan film. Pada kamera jenis ini, bayangan tidak lagi ditangkap oleh lapisan film, melainkan oleh sensor elektronik yang peka terhadap cahaya. Sebagai pengganti jendela bidik tradisional, kamera digital dilengkapi layar LCD di bagian belakang yang berfungsi untuk melihat objek yang akan difoto sekaligus meninjau hasil gambar. Untuk penyimpanan, kamera digital menggunakan memori internal maupun kartu memori eksternal (memory card).

Sabtu, 07 Maret 2015

Cerita Fabel: Landak yang Kesepian

Landak yang Kesepian

Di hutan belantara hiduplah seekor landak. Namanya Landa. Jarang sekali dia bermain dengan binatang lain. Si landak tidak mau bermain dengan binatang lain karena khawatir duri yang ada di tubuhnya akan menusuk temannya.

Setiap hari Landa bermain sendiri. Mencari makan pun dia hanya berani pada malam hari di saat binatang lain tidur pulas. Hatinya sedih karena tidak mempunyai teman yang bisa di ajak berbicara dan bermain.

Beberapa waktu lalu si Landa mengajak monyet, kambing, kancil, dan binatang lainnya untuk bermain bersama. Akan tetapi, mereka menolak ajakan itu.

“Teman-teman, ayo main bersamaku?” ajak Landa.

“Maaf, Landa, bukannya tidak mau bermain bersamamu, tetapi kami takut tertusuk duri di badanmu itu,” seru teman-temannya.

"Aku akan berhati-hati agar duri di tubuhku tidak menusuk kalian.”

“Tapi maaf, Landa, kami belum bisa,” seru teman-temannya.

Setelah mendengar jawaban dari teman-temannya, Si Landa bertambah sedih. Landa tetap berusaha sekuat tenaga agar dia dapat diterima oleh teman-temannya. Landa berusaha menghibur diri. Dia bernyanyi-nyanyi kecil. Landa selalu berpikir tentang nasibnya yang nahas itu. Dia berpikir bahwa ini adalah nasibnya. 

Ketika si landak sedang melamun di pinggir sungai, seekor kura-kura menghampirinya.

“Hai, siapa namamu? Aku Kuku. Aku perhatikan dari tadi kamu melamun saja.”

Landa kaget mendengar si kura-kura. Dia bingung, ternyata masih ada yang mau menyapanya.

Kuku mengulurkan tangannya ke Landa. Landa menjabat tangan Kuku dengan hati-hati.

“Hai, namaku Landa,” jawab landa gembira.

“Landa, aku tahu kok kamu sedang mempunyai masalah. Wajahmu terlihat murung,” kata Kuku.

“Ah, tidak apa-apa, Kuku.”

“Ceritalah kepadaku. Siapa tahu aku bisa membantumu.”

Karena Kuku ramah dan baik, akhirnya Landa bercerita tentang hal yang menimpanya.

Setelah mendengar cerita itu Kuku merasa iba kepada Landa. Kuku berusaha menghibur Landa. Dia juga mengundang Landa ke pesta di rumahnya. Landa senang mendapat undangan itu.

Keesokan harinya Landa datang ke rumah Kuku. Dengan senang dan bergembira dia segera menuju ke rumah Kuku. Setelah sampai di rumah Kuku ternyata sudah banyak binatang lain yang hadir dalam pesta tersebut, termasuk monyet, kambing, dan kancil.

Kuku menerima kedatangan Landa dengan gembira. Dia mengenalkan Landa kepada teman-temannya. Sebagian dari tamu-tamu itu ada yang mau bersalaman dengan Landa dan sebagian lain menolaknya.

“Mengapa kamu tidak mau bersalaman denganku?” tanya Landa.

“Maaf Landa, aku takut durimu menusuk tanganku,” jawab Kancil.

Ketika mereka sedang asyik berpesta, tiba-tiba monyet berteriak kencang, “Teman-teman, cepat bersembunyi, ada gerombolan serigala mengintai kita.

Seketika itu juga, mereka kalang kabut. Tiba-tiba gerombolan serigala mengejar binatang-binatang yang ada di rumah Kuku.

Kura-kura, monyet, kancil, dan kambing sudah tertangkap oleh serigala. Seketika itu juga Landa marah. Dia tidak terima melihat teman-temannya ditangkap serigala.

Landa langsung menggulung badannya menjadi bulat, seperti bola duri. Kemudian dia menggelindingkan ke arah gerombolan serigala. Dengan lincah Landa menabrakkan badannya ke gerombolan serigala itu. Serigala itu kesakitan dan gerombolan itu terpecah.

Akhirnya, serigala itu lari meninggalkan Landa dan teman-temannya.

“Hore, hidup Landa!”

Terima kasih Landa, kami minta maaf atas sikap kami selama ini,” kata monyet sambil tersenyum tulus.

Akhirnya, Landa tidak lagi kesepian. Kini, dia mempunyai banyak teman yang membuat hidupnya lebih bahagia.

***



Kamis, 05 Maret 2015

Cerita Fabel: Anjing yang Nakal

Anjing yang Nakal

Dahulu kala ada seekor anjing yang punya kebiasaan mendekati tumit orang. Tidak jarang pula anjing itu mengigit tumit dari orang yang ditemuinya. Karena kebiasaan itu majikannya memasang kalung lonceng di lehernya sebagai penanda jika anjing ini akan mendekat.

Si anjing menganggap bahwa lonceng tersebut sebagai ciri khasnya. Anjing itu sangat bangga dan sengaja membunyikannya di setiap sudut pasar. Dia selalu berlari ke setiap penjuru dan menunjukkan lonceng tersebut kepada setiap orang yang lewat.

Seekor anak anjing bertanya, “Mengapa kamu selalu berlari ke sana-kemari dengan loncengmu?”

“Ya, aku bangga pada lonceng di leherku. Tidak setiap anjing punya lonceng sepertiku.”

Pada suatu ketika anjing tua berkata kepada anjing berlonceng, “Mengapa kamu selalu memamerkan diri dengan loncengmu?”

“Ya, karena tidak setiap anjing memiliki lonceng sepertiku.”

“Sebenarnya kamu harus malu pada loncengmu. Lonceng itu tidak patut kamu banggakan. Bahkan, itu aib. Sebenarnya majikanmu memberi lonceng itu agar orang berhati-hati dengan kehadiranmu. Lonceng itu adalah pemberitahuan kepada semua orang agar hati-hati dan waspada akan kedatanganmu karena kamu anjing yang tak tahu aturan dan sering menggigit tumit orang,” kata anjing tua.

Setelah mendengar hal itu, anjing berlonceng tidak mau lagi berlari-lari. Meskipun memakai lonceng, dia tidak berani lagi memamerkan loncengnya karena banyak anjing lain yang mengetahui aibnya.

***

Cerita Fabel: Mengusir Kodok oleh Ayui Soesman

Mengusir Kodok

Ayui Soesman

Dahulu kala di tengah-tengah hutan yang sangat lebat di atas bukit terdapat sebuah desa yang dihuni oleh beraneka ragam serangga. Mereka hidup tenteram, rukun, dan damai. Ada keluarga kupu-kupu yang tinggal di atas pohon. Pak Kumbang dan keluarganya tinggal di dalam sarang yang tergantung di dahan pohon besar. Kakek Cacing selalu membuat rumah di lubang tanah. Sekelompok semut hitam dan semut merah tinggal di sarangnya yang saling berdekatan dengan Bapak Laba-laba yang mempunyai rumah jaring. Ibu Kecoa menempati sebuah sepatu bot, sebuah sepatu bekas milik manusia yang telang terbuang.

Hampir setiap malam mereka berkumpul bersama, berpesta, menari, dan bergembira. Mereka saling berbagi makanan kecuali seekor belalang yang selalu hidup menyendiri. Ia hanya memandang keramaian dari depan rumahnya. Tingkah belalang itu sangat aneh, ia malu karena ia telah kehilangan sebuah kakinya. Kakek Cacing pernah bercerita, Paman Belalang setahun yang lalu telah kehilangan kakinya akibat ia berkelahi dengan seekor burung yang hendak memangsanya. Sehari-hari Paman Belalang hanya duduk termenung meratapi kakinya yang hilang. Paman Belalang merasa sudah tidak berguna lagi karena telah kehilangan kakinya yang sangat berharga.

Lodi si anak semut merah dan Roro si anak semut hitam sangat prihatin melihat hidup Paman Belalang. Suatu hari ketika Lodi dan Roro sedang berjalan-jalan di tepi sungai, tiba-tiba mereka melihat Paman Belalang sedang asyik membuat sebuah perahu kecil yang terbuat dari ranting pohon dan daun kering.

“Wahhhh… perahu buatan paman bagus sekali,” puji Roro”. Paman Belalang tersenyum, lalu tiba-tiba ia mengajak Lodi dan Roro naik ke dalam perahu miliknya. Lodi dan Roro saling bertatapan. Mereka tidak menyangka ternyata Paman Belalang sangat baik dan ramah. Paman Belalang mengeluarkan sebuah gitar tua, lalu ia mulai bernyanyi, sedangkan Lodi dan Roro menari-nari mengikuti irama gitar milik Paman Belalang.

“Ya ampun, jahat sekali kodok-kodok itu!” Bisik Roro ketakutan.

Paman Belalang, Lodi, dan Roro diam-diam mendengarkan percakapan kedua kodok itu dari dalam perahu mereka dengan bersembunyi di balik bunga teratai. Benar saja, ternyata kedua kodok itu mempunyai rencana jahat nanti malam. Mereka tahu jika hampir setiap malam desa serangga selalu mengadakan pesta. Kodok itu pun berencana akan merusak pesta dan memangsa anak-anak serangga yang berada di sana. Ketika mendengar hal itu, Paman Belalang cepat-cepat memutar balik arah perahu miliknya, lantas mereka bertiga kembali ke desa.

“Ayo kita pulang dan beri tahu serangga tentang rencana itu”, jelas paman.

Perahu yang paman kemudikan itu berlayar sangat cepat menuju desa. Setiba di sana Paman Belalang segera menceritakan rencana jahat sang kodok yang mereka dengar tadi.

“Benarkah cerita itu?” tanya Kakek Cacing yang dituakan oleh para serangga di desa mereka.

“Benar, Kakek, kami berdua pun juga mendengar percakapan kodok jahat itu,” jelas Lodi dan Roro.

Paman Belalang kemudian memerintahkan kepada serangga bahwa pada malam itu sebaiknya tidak usah menggelar pesta. Anak-anak dan telur mereka harus dijaga baik-baik di dalam sarang oleh induknya, sedangkan para pejantan dewasa siap berjaga-jaga dan menyerang jika kedua kodok itu datang. Ternyata benar, ketika malam hari tiba, kedua ekor kodok hitam itu muncul di desa. Kodok itu pun bingung karena desa serangga yang hampir setiap malam mengadakan pesta, tiba-tiba saja menjadi sunyi senyap.

“Serang...!”, teriak Paman Belalang. Dengan cepat Bapak Laba-laba menjatuhkan jaring besarnya tepat di atas kodok itu. Kedua kodok itu terperangkap oleh jaring laba-laba. Mereka pun tidak dapat bergerak. Para pejantan semut merah dan semut hitam mengelilingi serta menggigiti keduanya. Kodok-kodok itu berteriak kesakitan. Akhirnya, mereka menyerah dan meminta maaf kepada para serangga. Kakek Cacing memerintahkan Bapak Laba-laba untuk membuka jaring-jaringnya. Lalu, ia menyuruh kedua kodok itu pergi dari desa serangga.

“Hore!” Teriak para serangga ketika melihat kodok-kodok itu pergi. Sambil menari-nari mereka mengangkat tubuh Paman Belalang dan melempar-lemparnya ke udara. Kakek Cacing mengucapkan terima kasih kepada Paman Belalang yang sudah menyelamatkan desa. Semenjak itu, Paman Belalang tidak menjadi pemurung lagi. Ia menyadari dirinya masih berguna walaupun telah kehilangan kakinya. Setiap malam ia pun bergabung dengan para serangga lainya untuk berpesta. Paman Belalang selalu bermain gitar dan bernyanyi riang. Para serangga pun sangat menyukainya. Begitu juga dengan Lodi dan Roro yang sekarang menjadi sahabat paman. Mereka selalu ikut berpetualang dengan Paman Belalang dan perahunya.

***