Translate

Selasa, 03 Februari 2026

Latihan Soal 2 Bahasa Indonesia Teks Eksemplum untuk Anak SMP Disertai Kunci Jawaban


Bacalah teks eksemplum berjudul 'Kejadian di Parkiran' di bawah ini!

Kejadian di Parkiran

Pengalaman yang tak terlupakan semasa hidupku.

Bulan lalu, aku baru saja meraih prestasi Pelukis Terindah Sepanjang Masa dalam ajang SHMILY Awards 2015. Setelah meraih prestasi tersebut, banyak mahasiswa yang memujiku baik secara langsung maupun melalui media social. Selain itu, keluargaku juga memberi penghargaan untukku, seperti ayahku yang memberikanku mobil sport dengan art design yang mewah yaitu Lamborghini Aventador Lp700-4 yang harganya 11.000.000.000. Ayahku sangat bangga dengan prestasi yang kuraih, itu alasan kenapa ia memberiku penghargaan semahal itu. 

Seminggu setelah hari bahagia tersebut, aku berencana untuk mengajak seluruh anggota keluargaku untuk makan malam bersama di salah satu Restaurant berbintang di Jakarta. Setelah membicarakan rencana tersebut, akhirnya merekapun tidak menolak rencanaku. Malahan mereka sangat senang, karena sekalian merayakan prestasi yang baru saja aku raih.

Kami memutuskan untuk makan malam bersama pada hari ke-13 setelah ajang SHMILY Awards 2015 tersebut. Kami menuju Restaurant bersama-sama. Sesampainya kami disana, kamupun langsung memesan makanan yang akan kami makan lalu membayarnya. Selama makan malam berlangsung, penuh canda dan tawa. Dengan asiknya kami makan sambil mengobrol, sampai aku lupa bahwa tepat pada pukul 20.00 WIB aku harus datang di acara Konferensi Pers yang diadakan di Mall of Indonesia untuk mempromosikan Restaurant baruku yang akan segera di buka pada Ahad minggu depan yang bernama “Coffe and Art Design”

Mengingat hal tersebut, akupun langsung menyelesaikan makananku lalu berpamitan dan meminta maaf karena harus pulang terlebih dahulu. Akhirnya, setelah berpamitan aku langsung ke arah parkiran mobilku. Saat aku hendak masuk ke dalam mobilku, tiba-tiba ada seorang lelaki yang menarik tanganku dan mendekap mulutku. Lalu laki-laki tersebut mengatakan “Berikan uang atau kau mati!”. Mendengar perkataan tersebut, tanpa berpikir panjang, akupun langsung mengeluarkan semua uang yang ada di dompetku lalu ku berikan kepada lelaki tersebut. Setelah laki-laki tersebut menerima uang, diapun langsung melepaskan dekapan mulutku dan menjatuhkan aku di samping mobilku. Laki-laki itu langsung berlari ke arah pagar. Melihat laki-laki tersebut loncat dari pagar, akupun langsung masuk ke dalam mobilku lalu mengunci pintu. Di dalam mobil aku berusaha menenangkan diriku yang sesak dan takut karena kejadian yang baru saja terjadi.

Aku bersyukur kepada Allah yang masih menyelamatkanku dari kelakuan jahat laki-laki tersebut. Meskipun aku harus kehilangan semua uangku namun aku bersyukur karena tidak kehilangan aset berharga lainnya yang ada di tasku seperti kuas emas dari Paris dan Pencil Mecanic pemberian nenekku di New York. 

Dari kejadian tersebut mengingatkan kita akan pentingnya mengatur waktu dan berhati-hati dalam segala hal serta dimanapun, apalagi jika malam bertambah gelap dan suasana semakin sepi.

Sumber: https://www.scribd.com/document/403399268/Teks-eksemplum-docx

==================================================

Setelah membaca teks eksemplum berjudul “Kejadian di Parkiran” di atas dengan saksama, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.

1. Prestasi apa yang diraih tokoh aku dalam cerita tersebut?

A. Pelukis Terbaik Nasional

B. Pelukis Terindah Sepanjang Masa

C. Seniman Muda Berprestasi

D. Pelukis Favorit Mahasiswa

2. Hadiah apa yang diberikan ayah tokoh aku atas prestasinya?

A. Rumah mewah

B. Uang tunai

C. Mobil sport Lamborghini

D. Perhiasan emas

3. Kapan keluarga tokoh aku mengadakan makan malam bersama?

A. Tepat pada hari ajang SHMILY Awards

B. Seminggu setelah SHMILY Awards

C. Hari ke-13 setelah SHMILY Awards

D. Ahad minggu berikutnya

4. Di mana makan malam keluarga tersebut diadakan?

A. Di rumah keluarga

B. Di Mall of Indonesia

C. Di restoran berbintang di Jakarta

D. Di restoran milik tokoh aku

5. Mengapa tokoh aku harus meninggalkan acara makan malam lebih awal?

A. Merasa tidak enak badan

B. Ada urusan keluarga mendesak

C. Harus menghadiri konferensi pers

D. Sudah terlalu larut malam

6. Peristiwa menegangkan dalam cerita terjadi di …

A. Dalam restoran

B. Di jalan raya

C. Di parkiran mobil

D. Di dalam mall

7. Apa yang dilakukan tokoh aku saat diancam oleh lelaki tersebut?

A. Berteriak meminta tolong

B. Melawan pelaku

C. Melarikan diri

D. Memberikan seluruh uang di dompet

8. Setelah menerima uang, apa yang dilakukan oleh pelaku?

A. Mengambil tas korban

B. Mengurung korban di mobil

C. Melarikan diri dengan meloncat pagar

D. Menyerahkan diri kepada polisi

9. Barang berharga apa yang tidak hilang dari tokoh aku?

A. Dompet

B. Uang tunai

C. Kuas emas dari Paris

D. Jam tangan mewah

10. Amanat yang dapat diambil dari cerita tersebut adalah …

A. Kekayaan dapat menarik kejahatan

B. Prestasi harus dirayakan secara berlebihan

C. Pentingnya berhati-hati dan mengatur waktu

D. Jangan keluar rumah pada malam hari


Kunci Jawaban

  1. B
  2. C
  3. C
  4. C
  5. C
  6. C
  7. D
  8. C
  9. C
  10. C

Senin, 02 Februari 2026

Latihan Soal 1 Bahasa Indonesia Teks Eksemplum untuk Anak SMP Disertai Kunci Jawaban


Bacalah teks eksemplum berjudul 'Diam itu Emas' di bawah ini!

Diam itu Emas

Budi adalah seorang pelajar SMP yang terkenal baik hati, suka menolong dan dermawan. Ia adalah seorang anak pengusaha apartemen. Budi suka membantu teman-temannya yang kesulitan mengerjakan PR dan suka mentraktir jajan teman-temannya. Oleh karena itu, Budi banyak disukai teman-temannya dan dia pun menjadi orang yang mudah bergaul dengan siapa saja. Namun, ia mempunyai sifat buruk yaitu sok tahu dan keras kepala.

Hari ini adalah hari Jum’at, pada hari ini jadwal pelajaran di kelas Budi adalah Olahraga, Matematika, dan Seni Budaya. Seperti biasa pada jam olahraga kegiatan pembelajaran dilakukan di luar kelas. Nasib sial terjadi pada Amir, teman sekelas Budi. Amir terlambat masuk sekolah dan dihukum tidak boleh mengikuti pelajaran olahraga dan ia memilih untuk belajar di kelas sendirian.

Jam dinding sudah menunjukkan pukul sembilan, jam pelajaran olahraga sudah berakhir dan bertepatan dengan jam istirahat. Budi dan Paimin beristirahat di kelas sambil berbincang-bincang. Saat Paimin mengecek uang sakunya, tiba-tiba mukanya menjadi pucat karena uang saku di celananya kosong, lalu ia teringat bahwa ia memang lupa untuk membawa uang saku. 

“Ada apa Paimin? Kenapa wajahmu tiba-tiba menjadi pucat?” Tanya Budi kepada Paimin. 

“Uang sakuku tidak ada di celanaku Bud.” Jawab Paimin. 

“Bagaimana bisa kamu lupa membawa uang saku?” Tanya Budi sambil tertawa kecil. 

Paimin adalah orang yang suka berbohong, ia pun memanfaatkan situasi ini.

“Nampaknya tadi uangku masih di celana namun entah kenapa tiba-tiba hilang.” Jawab Paimin. 

“Ini pasti ulah Amir, dia dari tadi di kelas ini saat kita olahraga di luar, lalu dia memanfaatkannya untuk mencuri uangmu” Jawab Budi dengan tegas. 

“Bukan, aku hanya bercanda kok, aku memang lupa membawa uang saku, ini bukan salah Amir.” Jawab Paimin dengan nada gemetar karena ia sadar bahwa kebohongannya tersebut akan merugikan orang lain. 

“Sudah tidak usah takut pada Amir, ini aku kasih uang lima puluh ribu buat kamu, Amir biar aku yang hajar.” Jawab Budi dengan menyodorkan uang Rp. 50.000,00 kepada Paimin. Paimin menerima uang tersebut, ia ingin mencegah Budi yang ingin menghajar Amir namun tidak bisa berbuat banyak, karena sifat Budi yang keras kepala.

Budi secara tiba-tiba menghantam kepala Amir dengan batu dari belakang dan terjadilah perkelahian yang cukup sengit sampai akhirnya Amir pingsan dan dibawa ke UKS oleh teman-temannya. Budi lalu dibawa ke ruang BK oleh guru karena kejadian tersebut, ia beralasan karena Amir telah mencuri uang Paimin. Paimin pun lalu dibawa ke ruang BK untuk dimintai keterangan, tak lama setelah Paimin masuk ke ruang BK tiba-tiba satpam sekolah datang ke ruang BK untuk menghantarkan uang saku yang dititipkan oleh orang tua Paimin ke satpam untuk diberikan ke Paimin karena ketinggalan. Amir menjelaskan kejadian yang sebenarnya kepada guru BK. Budi mukanya menjadi merah seketika karena malu telah menuduh orang seenaknya sendiri. Setelah urusan di ruang BK selesai ia segera menuju ruang UKS dan meminta maaf kepada Amir.

Manusia dikaruniai satu mulut untuk berbicara secukupnya dan sebenarnya, serta dua telinga dan dua mata untuk banyak hal termasuk membenarkan apa yang ia ketahui, bukan untuk membenarkan apa yang ia tidak ketahui. Oleh karena itu, sebaiknya kita selalu menjaga ucapan dan perbuatan kita karena jika kita tidak menjaganya akan merugikan diri sendiri dan orang lain.

Sumber: https://www.scribd.com/document/403399268/Teks-eksemplum-docx

==================================================

Setelah membaca teks eksemplum berjudul “Diam itu Emas” di atas dengan saksama, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.

1. Tokoh utama dalam cerita “Diam itu Emas” adalah …

A. Amir

B. Paimin

C. Budi

D. Guru BK

2. Watak Budi yang menyebabkan terjadinya konflik dalam cerita adalah …

A. Dermawan dan suka menolong

B. Mudah bergaul dengan siapa saja

C. Sok tahu dan keras kepala

D. Rajin belajar dan disiplin

3. Mengapa Amir tidak mengikuti pelajaran olahraga?

A. Ia sedang sakit

B. Ia dihukum karena terlambat masuk sekolah

C. Ia membantu guru di kantor

D. Ia sedang mengerjakan tugas di kelas

4. Penyebab Paimin tampak pucat saat jam istirahat adalah …

A. Ia merasa lapar

B. Ia takut pada Budi

C. Uang sakunya tidak ada di celana

D. Ia dipukul oleh Amir

5. Tuduhan Budi kepada Amir didasarkan pada …

A. Bukti yang jelas

B. Pengakuan Amir

C. Dugaan dan prasangkanya sendiri

D. Perintah guru

6. Sikap Paimin yang tersirat dalam cerita adalah …

A. Jujur dan berani

B. Suka menolong teman

C. Tidak peduli pada orang lain

D. Suka berbohong dan ragu mengakui kesalahan

7. Peristiwa yang membuktikan bahwa Amir tidak bersalah adalah …

A. Amir pingsan setelah berkelahi

B. Guru membawa Amir ke UKS

C. Satpam mengantarkan uang saku Paimin

D. Budi meminta maaf kepada Amir

8. Ide pokok paragraf terakhir teks tersebut adalah …

A. Penyesalan Budi atas perbuatannya

B. Pentingnya berkata jujur dalam kehidupan

C. Manusia harus menjaga ucapan dan perbuatan

D. Akibat buruk dari perkelahian di sekolah

9. Amanat yang dapat diambil dari cerita “Diam itu Emas” adalah …

A. Kita harus selalu membela teman

B. Jangan mudah menuduh tanpa bukti

C. Uang dapat menyelesaikan masalah

D. Kekerasan adalah solusi terbaik

10. Makna judul “Diam itu Emas” yang paling tepat adalah …

A. Diam lebih baik daripada berbicara sama sekali

B. Orang yang diam pasti selalu benar

C. Menjaga ucapan lebih baik daripada berbicara tanpa kebenaran

D. Berbicara keras menunjukkan keberanian


Kunci Jawaban

  1. C
  2. C
  3. B
  4. C
  5. C
  6. D
  7. C
  8. C
  9. B
  10. C

Minggu, 01 Februari 2026

Tokoh-Tokoh Perumusan Pancasila

Perumusan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak terlepas dari peran para tokoh bangsa yang menyampaikan gagasan dan pemikirannya dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Para tokoh tersebut mengemukakan pandangan mengenai dasar negara yang sesuai dengan kepribadian dan kebudayaan bangsa Indonesia. Gagasan-gagasan ini kemudian menjadi bahan pertimbangan penting dalam proses perumusan Pancasila. Berikut ini adalah tokoh-tokoh yang berperan dalam perumusan Pancasila beserta penjelasan singkat mengenai pemikiran mereka.

1. Muhammad Yamin

Muhammad Yamin

Muhammad Yamin mengemukakan gagasan bahwa dasar negara Indonesia harus disusun berdasarkan kepribadian dan peradaban bangsa Indonesia. Menurutnya, nilai-nilai yang menjadi pokok aturan dasar negara harus mencerminkan karakter bangsa serta bersumber dari budaya nasional.

2. Supomo

Supomo

Seperti Muhammad Yamin, Supomo menekankan bahwa dasar negara Indonesia harus berlandaskan kebudayaan bangsa Indonesia. Ia mengusulkan konsep negara yang mengutamakan persatuan dan kebersamaan, serta tidak memisahkan kepentingan individu dan masyarakat.

3. Ir. Soekarno

Soekarno

Pada hari ketiga sidang BPUPKI, tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan pidato mengenai dasar negara Indonesia merdeka. Dalam pidatonya, Soekarno mengemukakan dasar negara yang berbentuk philosophische grondslag atau weltanschauung, yang kemudian dikenal sebagai Pancasila.