Periode 1945—1950
Pada periode ini, terjadi pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Madiun pada tanggal 18 September 1948 yang dipimpin oleh Muso dengan tujuan mendirikan Negara Soviet Indonesia yang berideologi komunis (mengganti Pancasila dengan paham komunis).
Terjadi pemberontakan Darul Islam (DI)/Tentara Islam Indonesia (TII) pada 17 Agustus 1949 yang dipimpin oleh Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo dengan tujuan mengganti Pancasila sebagai dasar negara dengan syariat Islam.
Periode 1950—1959
Penerapan Pancasila selama periode ini adalah Pancasila diarahkan sebagai ideologi liberal yang ternyata tidak menjamin stabilitas pemerintahan.
Periode 1959—1966
Pada periode ini dikenal kekuasaan terletak pada presiden dan presiden pada saat itu, yaitu Presiden Soekarno menggabungkan Nasionalisme, Agama, dan Komunis (Nasakom) yang ternyata tidak cocok bagi NKRI.
ORDE BARU
Pada periode ini, Pancasila diterapkan secara murni dan konsekuen,tetapi pelaksanaan demokrasi Pancasila masih jauh dari harapan.Pelaksanaan nilai-nilai Pancasila secara murni dan konsekuen hanya dijadikan alat politik penguasa belaka sehingga demokrasi Pancasila diwarnai dengan kediktatoran.
ORDE REFORMASI
Kondisi kehidupan masyarakat yang diwarnai oleh kehidupan yang serba bebas. Kebebasan itu meliputi:
- Kebebasan berbicara
- Kebebasan berorganisasi
- Kebebasan berekspresi
Adanya kebebasan tersebut dapat memacu kreatifitas masyarakat,tetapi juga membawa dampak negatif yang merugikan bangsa Indonesia seperti: munculnya pergaulan bebas, pola komunikasi yang tidak beretika dapat memicu terjadinya perpecahan dan sebagainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar