Translate

Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Februari 2026

Analisis Novel "The Dead Returns" Karya Akiyoshi Rikako


Identitas Buku

Judul buku      : The Dead Returns

Judul asli         : Houkago ni Shisha wa Modoru

Penulis            : Akiyoshi Rikako

Penerjemah     : Andry Setiawan

Penyunting      : Arumdyah Tyasayu

Penerbit           : Haru

Terbit              : Cetakan pertama, Agustus 2015

Tebal               : 252 halaman

ISBN               : 978-602-7742-57-4

Sinopsis

Suatu malam,aku didorong jatuh dari tebing.

Untungnya aku selamat.

Namun, saat aku membuka mataku dan menatap cermin, aku tidak lagi memandang diriku yang biasa-biasa saja.

Tubuhku berganti dengan sosok pemuda tampan yang tadinya hendak menolongku.

Dengan tubuh baruku, aku bertekad mencari pembunuhku.

Tersangkanya, teman sekelas.

Total, 35 orang.

Salah satunya adalah pembunuhku.

Koyama Nobuo, seorang siswa SMA yang dikenal sebagai otaku karena ketertarikannya terhadap kereta api yang berlebihan. Pada malam setelah upacara pembukaan semester baru, Koyama didorong jatuh dari tebing. Saat tersadar di rumah sakit, ia telah berada di dalam tubuh Takahashi Shinji, sosok pemuda yang tadinya hendak menolongnya. Berlindung di balik penyakit memory disorder, Koyama Nobuo menjalani kehidupan barunya sebagai Takahashi Shinji dan bertekad untuk menemukan pelaku pembunuhan terhadap dirinya, Koyama Nobuo.

Langkah pertama yang diambil yaitu pindah ke sekolah Koyama Nobuo, SMA Narumi Higashi. Daya tarik Takahashi Shinji yang memiliki perawakan yang apik memudahkannya untuk berbaur dengan teman-teman sekelasnya. Ia mulai menanyai orang-orang di sekitarnya mengenai kejadian ‘hari itu’.

Unsur Intrinsik

1.     Tema   : Misteri pembunuhan

2.     Alur     : Campuran


 

3.     Tokoh dan penokohan

No

Tokoh

Penokohan

1.

Koyama Nobuo

Pendiam, pemurung, mempunyai tekad yang kuat, ceroboh

2.

Takahashi Shinji

Supel, pandai, teliti, pengecut

3.

Maruyama Miho

Pendiam, pemurung, mudah cemburu

4.

Tanaka Yoshio

Pendiam, pemalu, sopan, bijaksana, pendengar yang baik

5.

Sasaki

Baik, ramah, supel, tegas

6.

Arai

Baik, ramah, supel

7.

Jozaki Yukari

Jujur, pekerja keras, egois, pemarah

8.

Mika

Jujur, ceria, peduli, perhatian, centil

9.

Tomatsu

Supel

10.

Shigeki

Supel

11.

Hayashi

Jujur

12.

Ayah Takahashi Shinji

Baik, ramah, penyayang, perhatian, bijaksana

13.

Ibu Takahashi Shinji

Baik, ramah, penyayang, perhatian, tidak sabar

14.

Ibu Koyama Nobuo

Ramah, pekerja keras

15.

Ibu Tanaka Yoshio

Ramah, baik, jujur

16.

Adik Tanaka Yoshio

Lucu

17.

Sakomoto-sensei

Ramah, kikuk, bijaksana

 

4.     Latar/setting

a)     Latar tempat

·       Koridor

Koridor terasa ramai karena-suara-suara obrolan dan senda gurau dari dalam kelas.

·       Ruang kelas

Setelah mendengar aba-aba itu dari dalam, aku maju satu langkah memasuki kelas.

·       Kantin

Kantin di waktu istirahat siang sangatlah penuh sesak.

·       Tebing Miura Kaishoku

Aku didorong sampai tinggal berjarak beberapa senti dari mulut tebing.

·       Rumah sakit

Ketika terbangun di rumah sakit, aku dikelilingi orang-orang yang tidak kukenal.

·       Rumah keluarga Takahashi

Saat pintu masuk terbuka dan aku melangkah, tercium bau asam-manis....dan aku, tidak membenci bau rumah keluarga Takahashi ini.

·       Kamar Takahashi Shinji

Aku memutar pandangan ke sekeliling kamar, lalu duduk di atas kasur. Rasanya seperti datang ke kamar teman. Mulai hari ini, kamar ini milikku.

·       Rumah keluarga Koyama

Rumah keluarga Koyama berada setelah belokan di ujung jalan ini. Rumah yang kecil. Saat aku mengintip melalui gerbang, Koko yang tadinya tidur bergelung langsung menyadari kehadiranku dan menyalak.

·       Rumah keluarga Tanaka

Aku memencet bel interkom rumah Yoshio setelah aku tiba, tapi tidak ada yang yang menjawab.

·       Atap sekolah

Aku juga akan menunggu penjahatnya di atap ini.

b)    Latar waktu

·       2 September pukul 19.00

Koyama Nobuo, diriku yang sebenarnya, dibunuh pada tanggal 2 September, malam setelah upacara semester baru. Tepatnya lagi, malam hari pukul tujuh lebih sedikit.

·       Pagi hari

Pagi berikutnya, aku beranjak dari ranjang lebih cepat dari biasanya.

·       Siang hari

Kantin di waktu istirahat siang sangatlah penuh sesak.

·       Sore hari

...saat itulah aku bisa melihat wajahnya, karena cahaya matahari sore.

·       Malam hari

Aku berlari sekuat tenaga, menyusuri kota di malam hari.

c)     Latar suasana

·       Kesedihan dan kekecewaan

Yoshio... berbohong... Aku... tidak bisa lagi... percaya pada siapa pun!! Aku mengubrak-abrik semua yang bisa kuraih.

·       Menegangkan

Yoshio membeku melihat sosokku yang seharusnya tidak ada di sini. “Takahashi...kun? kenapa kau ada di sini?” Wajahnya memucat.

“Tanakan-kun, bisa beritahu aku semuanya?” aku maju selangkah. Yoshio berjalan mundur menyusuri pagar.

“Waaah, tentang apa, ya?” Yoshio menunjukkan senyum sumbang. Aku langsung marah dan mencengkeram kerah Yoshio.

“Katakan semuanya! Jelaskan! Apa kau yang menyebabkan segalanya?! ...Katakan yang sebenarnya. Kenapa Koyama Nobuo dibunuh?!”

·       Mengerikan

“Eh? Penguntit itu... teman sekelas kita?” Tiba-tiba bulu kudukku berdiri.

·       Mengharukan

Diselimuti suara tepuk tangan yang hangat itu, aku memandang bangku di dekat jendela. Sudah tidak ada bunga putih lagi di sana.

“Terima kasih.” Aku berbisik lirih. Berbisik pada semua teman-teman sekelas... juga pada gadis itu.

5.     Sudut pandang            : orang pertama (Aku = Koyama Nobuo)

6.     Gaya bahasa/majas

Majas

Kalimat

Repetisi

Rasanya aku mau pingsan. Rasanya aku mau menyerah.

Asosiasi

Dia penuh energi bagaikan atlet, membuatnya tidak seperti seorang guru, tetapi seperti seorang kakak laki-laki yang bisa diandalkan.

Personifikasi

Seluruh suara itu bersatu membentuk degup jantung sekolah, berirama dengan degup jantungku sendiri yang sudah berdebar keras.

Hiperbola

Seandainya aku adalah Takahashi Shinji yang sebenarnya, pasti aku bisa memperkenalkan diriku dengan lancar dan bisa mengambil hati seisi kelas.

Hiperbola

Padahal hanya beberapa langkah, tapi jalan menuju ke sana rasanya panjang gara-gara tatapan seisi kelas yang terpusat padaku.

Eksklamasio

“Waduh, wajahmu pucat!”

Retoris

Apa salah kalau aku tidak bisa meembiarkan tindakan itu begitu saja?

Litotes

“...yang paling membuatku terkejut, aku tidak tahu kalau ternyata Koyama bisa menghibur seperti itu. Kupikir kau cuma tertarik pada kereta. Penampilanmu lumayan, lho. Seharusnya kau main band.”

“Ah, tidak...” aku tertawa getir.

Tautologi

Aku menarik napas dalam-dalam, mengumpulkan tenaga dengan perutku, kemudian mengangkat wajahku.

 

7.     Amanat

  1. Kita tidak boleh berprasangka buruk pada orang lain
  2. Kita sebaiknya berteman dengan siapa pun tanpa membeda-bedakan
  3. Stop bullying

Senin, 07 Oktober 2019

A Diary, "My Holiday"

Dear My Lovely Blog,

It's been a while since my family going on vacation together!

It was a long long vacation so my family decided to visit my sister in Yogyakarta. We went there by bus. And apparently my brother-in-law's family also came to Yogyakarta.

We all stayed at my sister's house. It was cramped, but it was fun to know each other more. To spend holidays, we went to many places such as Sindu Kusuma Education Park (or well known as SKE/Edupark), Trans Studio Mini, and Puri Mataram.

The first thing we can think about was went to Sindu Kusuma Education Park because it was the nearest recreational place from home. SKE have a lot of game rides. We played a lot. Even my father playing along and won the dolls for us ♡​

It was already cloudy in the morning. But, in the afternoon, the weather became worse so we decided to go home. It was too late, the rain came even before we reach the exit :(

I have taken a few photos there \(´▽`)/

[photo] [photo]

A few days after that, we went to Trans Studio Mini. Trans Studio Mini is just like Trans Studio in Bandung or Makassar, full of games. Trans Studio Mini Yogyakarta is located in 3rd floor of Transmart Mall. It's called 'mini' because it only has a small area. But it has no different from the original because we still can have a lot of fun with the game rides. It even has a roller coaster! We rode it and my father said that our screaming was very loud it even distracted other people from their activities. I was so embarrassed to hear that!

We played a lot of games and got so many coupons which can be exchanged for items such as dolls or small notebooks as a souvenir from Trans Studio Mini.

[photo]

[photo]

And the last recreation area we visited was Puri Mataram. Puri Mataram is a recreation area that provides a lot of places to take pictures and of course we took a lot of pictures until the sun set. We had so much fun there! 

[photo]

[photo]

After the sun set, we had meals at a restaurant in Puri Mataram. I ordered fried chicken even though there was so many choice to  be ordered.

[photo]

[photo]

It was a very good holiday. I enjoyed it so much!

***

[07/10/2019] This diary entry is done as part of assignment of Writing for Personal Communication.
[Edit per 25/09/2021] All photos have been deleted due to personal reason.

Senin, 29 Agustus 2016

7 Kunci Pokok Sistem Pemerintahan NKRI

7 kunci pokok sistem pemerintahan NKRI menurut UUD 1945 yaitu

1. Indonesia adalah Negara beradasarkan atas hukum
2. Sistem Konstitusional
3. Kekuasaan negara yang tertinggi berada di tangan rakyat
4. Presiden ialah penyelenggara pemerintahan negara yang tertinggi di bawah MPR
5. Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR
6. Menteri Negara ialah pembantu presiden. Menteri Negara tidak bertanggung jawab kepada DPR
7. Kekuasaan kepala negara tidak tak terbatas