Bacalah teks eksemplum berjudul 'Diam itu Emas' di bawah ini!
Diam itu Emas
Budi adalah seorang pelajar SMP yang terkenal baik hati, suka menolong dan dermawan. Ia adalah seorang anak pengusaha apartemen. Budi suka membantu teman-temannya yang kesulitan mengerjakan PR dan suka mentraktir jajan teman-temannya. Oleh karena itu, Budi banyak disukai teman-temannya dan dia pun menjadi orang yang mudah bergaul dengan siapa saja. Namun, ia mempunyai sifat buruk yaitu sok tahu dan keras kepala.
Hari ini adalah hari Jum’at, pada hari ini jadwal pelajaran di kelas Budi adalah Olahraga, Matematika, dan Seni Budaya. Seperti biasa pada jam olahraga kegiatan pembelajaran dilakukan di luar kelas. Nasib sial terjadi pada Amir, teman sekelas Budi. Amir terlambat masuk sekolah dan dihukum tidak boleh mengikuti pelajaran olahraga dan ia memilih untuk belajar di kelas sendirian.
Jam dinding sudah menunjukkan pukul sembilan, jam pelajaran olahraga sudah berakhir dan bertepatan dengan jam istirahat. Budi dan Paimin beristirahat di kelas sambil berbincang-bincang. Saat Paimin mengecek uang sakunya, tiba-tiba mukanya menjadi pucat karena uang saku di celananya kosong, lalu ia teringat bahwa ia memang lupa untuk membawa uang saku.
“Ada apa Paimin? Kenapa wajahmu tiba-tiba menjadi pucat?” Tanya Budi kepada Paimin.
“Uang sakuku tidak ada di celanaku Bud.” Jawab Paimin.
“Bagaimana bisa kamu lupa membawa uang saku?” Tanya Budi sambil tertawa kecil.
Paimin adalah orang yang suka berbohong, ia pun memanfaatkan situasi ini.
“Nampaknya tadi uangku masih di celana namun entah kenapa tiba-tiba hilang.” Jawab Paimin.
“Ini pasti ulah Amir, dia dari tadi di kelas ini saat kita olahraga di luar, lalu dia memanfaatkannya untuk mencuri uangmu” Jawab Budi dengan tegas.
“Bukan, aku hanya bercanda kok, aku memang lupa membawa uang saku, ini bukan salah Amir.” Jawab Paimin dengan nada gemetar karena ia sadar bahwa kebohongannya tersebut akan merugikan orang lain.
“Sudah tidak usah takut pada Amir, ini aku kasih uang lima puluh ribu buat kamu, Amir biar aku yang hajar.” Jawab Budi dengan menyodorkan uang Rp. 50.000,00 kepada Paimin. Paimin menerima uang tersebut, ia ingin mencegah Budi yang ingin menghajar Amir namun tidak bisa berbuat banyak, karena sifat Budi yang keras kepala.
Budi secara tiba-tiba menghantam kepala Amir dengan batu dari belakang dan terjadilah perkelahian yang cukup sengit sampai akhirnya Amir pingsan dan dibawa ke UKS oleh teman-temannya. Budi lalu dibawa ke ruang BK oleh guru karena kejadian tersebut, ia beralasan karena Amir telah mencuri uang Paimin. Paimin pun lalu dibawa ke ruang BK untuk dimintai keterangan, tak lama setelah Paimin masuk ke ruang BK tiba-tiba satpam sekolah datang ke ruang BK untuk menghantarkan uang saku yang dititipkan oleh orang tua Paimin ke satpam untuk diberikan ke Paimin karena ketinggalan. Amir menjelaskan kejadian yang sebenarnya kepada guru BK. Budi mukanya menjadi merah seketika karena malu telah menuduh orang seenaknya sendiri. Setelah urusan di ruang BK selesai ia segera menuju ruang UKS dan meminta maaf kepada Amir.
Manusia dikaruniai satu mulut untuk berbicara secukupnya dan sebenarnya, serta dua telinga dan dua mata untuk banyak hal termasuk membenarkan apa yang ia ketahui, bukan untuk membenarkan apa yang ia tidak ketahui. Oleh karena itu, sebaiknya kita selalu menjaga ucapan dan perbuatan kita karena jika kita tidak menjaganya akan merugikan diri sendiri dan orang lain.
Sumber: https://www.scribd.com/document/403399268/Teks-eksemplum-docx
==================================================
Setelah membaca teks eksemplum berjudul “Diam itu Emas” di atas dengan saksama, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
1. Tokoh utama dalam cerita “Diam itu Emas” adalah …
A. Amir
B. Paimin
C. Budi
D. Guru BK
2. Watak Budi yang menyebabkan terjadinya konflik dalam cerita adalah …
A. Dermawan dan suka menolong
B. Mudah bergaul dengan siapa saja
C. Sok tahu dan keras kepala
D. Rajin belajar dan disiplin
3. Mengapa Amir tidak mengikuti pelajaran olahraga?
A. Ia sedang sakit
B. Ia dihukum karena terlambat masuk sekolah
C. Ia membantu guru di kantor
D. Ia sedang mengerjakan tugas di kelas
4. Penyebab Paimin tampak pucat saat jam istirahat adalah …
A. Ia merasa lapar
B. Ia takut pada Budi
C. Uang sakunya tidak ada di celana
D. Ia dipukul oleh Amir
5. Tuduhan Budi kepada Amir didasarkan pada …
A. Bukti yang jelas
B. Pengakuan Amir
C. Dugaan dan prasangkanya sendiri
D. Perintah guru
6. Sikap Paimin yang tersirat dalam cerita adalah …
A. Jujur dan berani
B. Suka menolong teman
C. Tidak peduli pada orang lain
D. Suka berbohong dan ragu mengakui kesalahan
7. Peristiwa yang membuktikan bahwa Amir tidak bersalah adalah …
A. Amir pingsan setelah berkelahi
B. Guru membawa Amir ke UKS
C. Satpam mengantarkan uang saku Paimin
D. Budi meminta maaf kepada Amir
8. Ide pokok paragraf terakhir teks tersebut adalah …
A. Penyesalan Budi atas perbuatannya
B. Pentingnya berkata jujur dalam kehidupan
C. Manusia harus menjaga ucapan dan perbuatan
D. Akibat buruk dari perkelahian di sekolah
9. Amanat yang dapat diambil dari cerita “Diam itu Emas” adalah …
A. Kita harus selalu membela teman
B. Jangan mudah menuduh tanpa bukti
C. Uang dapat menyelesaikan masalah
D. Kekerasan adalah solusi terbaik
10. Makna judul “Diam itu Emas” yang paling tepat adalah …
A. Diam lebih baik daripada berbicara sama sekali
B. Orang yang diam pasti selalu benar
C. Menjaga ucapan lebih baik daripada berbicara tanpa kebenaran
D. Berbicara keras menunjukkan keberanian
Kunci Jawaban
- C
- C
- B
- C
- C
- D
- C
- C
- B
- C
Tidak ada komentar:
Posting Komentar