Translate

Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Februari 2026

Kingdom Monera

Pengertian Kingdom Monera

Kingdom Monera adalah kelompok makhluk hidup bersel tunggal (uniseluler) yang bersifat prokariotik, artinya tidak memiliki membran inti sel.

Ciri-Ciri Kingdom Monera

  • Prokariot (tidak memiliki membrane inti).
  • Uniseluler (bersel tunggal) dan multiseluler (bersel banyak).
  • Heterotrof dan Autotrof

Pengelompokan Contoh Kingdom Monera

1. Bakteri

Contoh 1: Bakteri Escherichia Coli

Bakteri Escherichia Coli merupakan bakteri yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Bakteri ini berperan dalam memproduksi vitamin K melalui proses pembusukan makanan.

Contoh 2: Bakteri Mycobacterium Tuberculosis 

Bakteri Mycobacterium tuberculosis merupakan bakteri yang berbahaya bagi kehidupan manusia. Bakteri ini merupakan bakteri yang menyebabkan penyakit TB (tuberculosis paru).

2. Ganggang/Alga Hijau-Biru


Baca juga: Kingdom Protista

Jumat, 13 Februari 2026

Kingdom Protista

Pengertian Kingdom Protista

Kindom protista merupakan kingdom yang berdiri sendiri di antara ke-5 kingdom lainnya (Archaeobacteria, Eubacteria, Monera, Plantae dan Animalia). 

Ciri-ciri Kingdom Protista

  • Bersel satu atau bersel banyak.
  • Tipe Eukariotik (memiliki dinding/membrane inti sel).
  • Autotrof (membuat makanan sendiri) & Heterotrof (tidak dapat membuat makanan sendiri).
  • Umumnya ditemukan di tempat yang lembab. 

Pengelompokan Protista

1. Protista mirip hewan (Protozoa/hewan bersel satu)

2. Protista mirip tumbuhan (Alga/Ganggang)

3. Protista mirip jamur


Baca juga: Kingdom Monera

Selasa, 27 Januari 2026

Pemanfaatan Medan Magnet oleh Hewan untuk Bermigrasi

Migrasi hewan umumnya menggunakan rute yang sama dari tahun ke tahun - dari generasi ke generasi. Tanah lintas hewan bisa berupa gunung, sungai, dan padang tanahyang luas. Burung, kelelawar, dan serangga terbang dalam jangkauan jarak yang panjang, kadang-kadang melampaui seluruh benua atau lautan. hewan yang berenang sering kali bermigrasi hampit meliputi jarak setengah dari seluruh dunia.

Gerakan berpindah hewan biasanya terkait dengan perubahan musim. Banyak hewan bermigrasi ke daerah utara selama bulan-bulan dalam musim panas. karena pada hari musim panas yang panjang di bagian paling utara dunia dapat menjamin pemberian pasokan makanan yang baik. Seperti pada pendekatan ramalan cuaca musim gugur dan dingin, banyak hewan bermigrasi ke Selatan untuk mencari cuaca yang hangat pada musim dingin dan tersedianya makanan.

Beberapa hewan bermigrasi setiap tahun dengan perjalanan pulang dan pergi dibuat dalam satu tahun. ada pula beberapa hewan mempunyai 'pola migrasi yang dapat dihubungkan pada pola cuaca' pergerakan mereka adalah bergantung pada curah hujan dan ketersediaan tumbuhan hijau. terdapat migrasi hewan yang dapat berlangsung selama beberapa tahun hanya untuk penyelesaian siklus berpindah dalam migrasinya.

Beberapa hewan juga memanfaatkan medan magnet bumi untuk melakukan migrasi. Medan magnet bumi adalah daerah di sekitar bumi yang masih dipengaruhi oleh gaya tarik bumi. 

Para ilmuwan telah mendapati kristal magnetit mikroskopis, atau besi magnet, suatu senyawa magnetis alami pada hampir semua hewan yang melakukan migrasi misalnya lebah, kupu-kupu, ikan tuna, mamalia pengerat dan banyak jenis burung. Sel-sel yang mengandung kristal-kristal ini terhubung ke sistem saraf. Oleh karena itu, hewan sanggup untuk mendeteksi medan magnet dan memanfaatkannya untuk melakukan migrasi.

1. Migrasi Burung

Migrasi burung merujuk pada perjalanan musiman yang dilakukan oleh banyak spesies burung. Banyak burung melakukan perjalanan panjang dengan terbang. Pola yang paling umum adalah terbang ke utara untuk berkembang biak pada musim panas Arktik dan terbang kembali ke selatan yang hangat ketika utara sedang mengalami musim dingin.

Burung dapat "melihat" medan elektromagnetik bumi ketika mereka terbang di angkasa. Para ilmuwan mengatakan banyak makhluk hidup, termasuk burung, dapat merasakan kekuatan magnet bumi untuk membantu navigasi mereka ketika terbang.Tetapi sekarang peneliti menemukan reaksi berbeda yang dihasilkan pada mata setiap burung tergantung arah putaran medan magnet. Reaksi itu bisa menciptakan sebuah gambar medan magnet dalam nuansa berbeda, gelap dan terang pada mata burung, kata para peneliti menurut laporan Daily Mail. Para peneliti juga mengatakan, jika benar itu akan menjadi contoh lain keajaiban alam dalam ujicoba menggunakan bahan kimia paling eksotis mereka menemukan, hasilnya tidak bisa menyamai kemampuan yang dimiliki mata burung.

Teori kompleks ini melibatkan pemeriksaan proses dimana cahaya dipancarkan oleh mata seekor burung, yang telah menarik perhatian komunitas ilmiah lebih dari 30 tahun. Pada akhir 1970-an fisikawan Schulten Klaus menyimpulkan bahwa burung menavigasi diri dengan mengandalkan reaksi biokimi geomagnetik pada mata mereka.Sejak itu penelitian telah mengidentifikasi sel-sel khusus dalam mata burung yang melakukan kemampuan itu dibantu dengan protein cryptochrome. Ketika sebuah foton cahaya masuk ke mata burung, itu masuk ke dalam kontak mata dengan cryptochrome dan memberikan energi dorong yang meletakkannya ke dalam ruang kuantum, suatu keadaan dimana elektron terpisah tetapi masih mampu mempengaruhi satu sama lain. 

Para ilmuwan telah lama berpendapat bahwa mata burung memiliki belitan-berbasis kompas, tetapi sekarang dalam paper terbaru mereka mengklaim proses itu bisa menghasilkan gambar medan elektromagnetik bumi pada matanya. Belum ada satu pun penelitian yang memberikan bukti nyata, sehingga membutuhkan banyak penelitan lagi, tetapi prospek penemuan telah memberikan harapan.Tulisan itu ditulis oleh fisikawan kuantum Simon Benjamin dari Universitas Oxford dan Universitas Nasional Singapura.

Sistem Navigasi pada Burung

Mengapa dan bagaimana awalnya burung bermigrasi, serta apa yang membuat mereka memutuskan untuk bermigrasi,Teknik navigasi didasarkan pada banyak indera. Cara ini merupakan hasil kombinasi beberapa kemampuan termasuk kemampuan mendeteksi daerah medan magnet, menggunakan pengenalan visual dan juga isyarat pada olfactorius. Reaksi kimia di pigmen cahaya khusus sensitif terhadap panjang gelombang tinggi dipengaruhi oleh daerah tersebut. Dengan pengalaman mereka mempelajari berbagai petunjuk daerah dan pemetaan ini dilakukan oleh megnetitas pada sistem trigeminal. Beberapa penelitian terbaru berhasil menemukan sebuah hubungan syaraf di antara mata dan “kelompokan N”, bagian otak depan yang aktif selama penetapan arah migrasi, yang diyakini menyebabkan burung dapat melihat medan magnet di bumi. 

Beberapa cara lain yang digunakan burung untuk menentukan arah antara lain: 

1. Sun Compass (Kompas Matahari) 

Beberapa jenis burung mampu menentukan arah dengan baik hanya jika dapat melihat matahari dengan jelas. Bahkan burung migran malam menggunakan ini sabagai isyarat untuk berangkat pada senja hari. 

2. Star Compass (Kompas Bintang)

Burung Elang yang terbang malam biasanya harus mengontrol terbangnya sendiri dalam keadaan kurang jelas, langit berbintang tapi akan menjadi tidak terlihat jika sedang berawan atau mendung. Maka mereka meggunakan pedoman hubungan beberapa rasi bintang dan bukan pada 1 bintang saja. 

3. Odor Map (Peta Rangsang Bau)

Biasanya dipakai oleh migran jarak dekat untuk pulang ke sarang. 

4. Magnetic Map (Peta Medan Magnet)

Burung migrasi dapat mengandalkan pada instingnya untuk pulang. Gangguan terhadap medan magnet dapat mengganggu kemampuan ini.

5. Magnetic Compass (Kompas Medan Magnet)

Beberapa burung Elang tampaknya memiliki “kompas” yang terpasang di organ tubuhnya untuk digunakan saat sedang berawan.

Penelitian berikutnya mengenai sistem navigasi burung Elang menunjukkan bahwa medan magnet bumi berpengaruh terhadap beberapa spesies. Berbagai kajian menunjukkan bahwa tampaknya burung pemangsa memiliki sistem reseptor magnetik yang maju, yang memungkinkan mereka menentukan arah dengan menggunakan medan magnet bumi. Sistem ini membantu burung menentukan arah dengan merasakan perubahan medan magnet bumi selama migrasi. Berbagai eksperimen menunjukkan bahwa burung migran dapat merasakan perbedaan medan magnet bumi sebesar 2%. Peneliti dari Jerman menemukan bahwa jika mata kanan burung ditutupi oleh penutup mata, burung tidak dapat menentukan arah terbang secara efektif, sementara mereka bisa terbang sangat baik jika mata kiri ditutup sebagai gantinya. Telah lama diketahui bahwa burung dapat merasakan medan magnet dan menggunakannya untuk navigasi, terutama ketika bermigrasi ke selatan ketika musim dingin.

Sekarang para peneliti menemukan bahwa burung itu benar-benar bisa melihat medan magnet dengan mata kanan yang kemudian memberikan informasi ke otak bagian kiri. Burung melihat medan magnet sebagai warna terang atau gelap. Perubahan posisi kepala juga merupakan kompas alami yang mereka miliki ketika terbang. Para ilmuwan yakin bahwa burung memiliki suatu molekul dalam retinanya yang aktif saat terkena cahaya biru di mana masing-masing molekul memiliki elektron yang tak berpasangan. Penglihatan visual biasa maupun penglihatan magnetik pada burung melibatkan variasi cahaya dan bayangan. Tetapi bedanya, penglihatan visual cenderung memiliki garis-garis tajam dan tepi, sedangkan penglihatan magnetik memiliki perubahan lebih bertahap dari terang ke gelap.Para peneliti yang dipimpin oleh Katrin Stapput dari Goethe-Universitat di Frankfurt, Jerman, menemukan bahwa ketika gaya magnetik ini terdistorsi oleh pola terang dan gelap, burung mengalami kebingungan sehingga tidak dapat memisahkan informasi dari gambar visual dan magnetik.

2. Migrasi Ikan

Banyak spesies ikan bermigrasi pada skala waktu yang berjarak dari harian hingga tahunan, dan melalui jarak dari yang hanya beberapa meter hingga ribuan kilometer. Ikan biasanya bermigrasi karena kebutuhan makanan atau reproduksi, meskipun terdapat alasan migrasi beberapa ikan yang tidak diketahui.

Ikan yang bermigrasi dengan memanfaatkan medan magnet bumi adalah ikan salmon. Jenis ikan ini menggunakan medan magnet sebagai navigasi lautan saat kembali ke sungai untuk berkembang biak. Para ilmuwan Amerika Serikat mengatakan memori dari medan magnet saat pertama kali memasuki perairan laut akan membantu ikan salmon ini menemukan jalan kembali ke sungai.

Data yang dikumpulkan di Current Biology memberikan bukti langsung bahwa ikan salmon menggunakan isyarat geomagnetik dalam migrasinya. Hewan laut lainnya seperti kura-kura dan anjing laut juga menggunakan mekanisme serupa untuk menemukan jalan pulang.

Perjalanan salmon dewasa dari Samudra Pasifik bagian utara untuk kembali ke sungai air tawar adalah migrasi terberat bagi kelompok hewan ini. Ada beberapa teori bagaimana salmon menemukan jalan pulang setelah bertahun-tahun menghabiskan waktunya di laut.

Satu hipotesis yang dikenal dengan natal homing menunjukkan salmon menggunakan mekanisme kimia di dalam tubuhnya dan isyarat geomagnetik untuk menemukan jalan pulang. Untuk menguji teori ini, peneliti mempelajari data ikan selama 56 tahun yang mencatat kembalinya salmon ke Sungai Fraser di British Columbia.

"Salmon mengingat medan magnet yang ada saat mereka pertama kali memasuki laut ketika remaja," kata Nathan Putman, seorang peneliti di Universitas Oregon State. "Setelah dewasa mereka kembali ke sungai air tawar dengan mendeteksi medan magnet yang sama." 

Kura-kura laut, singa laut, dan ikan lainnya seperti belut, tuna, dan sturgeon memiliki strategi migrasi yang sama.

Bagaimana ikan mengingat jejak magnetik di tempat asal mereka saat dilahirkan memang belum diketahui. Namun, para ilmuwan percaya perubahan air tawar ke asin telah memicu proses neurologis. Memori juga membantu salmon menemukan jalan ke muara sungai asalnya.

Pikirkanlah seperti apa kehidupan ini seandainya tubuh Anda diperlengkapi dengan kompas bawaan. Anda pasti tidak akan pernah tersesat! Di dalam tubuh sejumlah makhluk, termasuk lebah madu dan ikan trout, para ilmuwan telah mendapati kristal magnetit mikroskopis, atau besi magnet, suatu senyawa magnetis alami. Sel-sel yang mengandung kristal-kristal ini terhubung ke sistem saraf. Oleh karena itu, lebah dan ikan trout telah mempertunjukkan kesanggupan untuk mendeteksi medan magnet. Sesungguhnya, lebah memanfaatkan medan magnet bumi untuk menuntun mereka membangun sarang dan bernavigasi.

Para peneliti juga telah menemukan magnetit dalam suatu spesies bakteri yang hidup di endapan dasar laut. Ketika endapan itu teraduk, medan magnet bumi menggerakkan magnetit untuk memposisikan bakteri sedemikian rupa sehingga mereka mendorong diri sendiri kembali dengan aman ke habitat mereka di dasar laut. Kalau tidak, mereka akan mati.

Banyak satwa yang bermigrasi—termasuk burung, penyu, ikan salmon, dan ikan paus—mungkin juga memiliki indra magnetis. Akan tetapi, mereka kelihatannya tidak mengandalkan indra ini saja tetapi, sebaliknya, tampaknya bernavigasi dengan beragam indra. Sebagai contoh, ikan salmon kemungkinan menggunakan indra penciuman mereka yang kuat untuk menemukan aliran tempat mereka dilahirkan. Burung jalak Eropa bernavigasi dengan bantuan matahari; dan beberapa burung lainnya, dengan bintang. Tetapi, sebagaimana yang diamati profesor psikologi Howard C. Hughes dalam bukunya Sensory Exotica—A World Beyond Human Experience, ”kita jelas-jelas masih sangat jauh dari pemahaman tentang hal-hal ini dan misteri alam lainnya”.


Referensi:


Senin, 05 Januari 2015

Sel pada Hewan dan Tumbuhan

Sel merupakan unit struktural dan fungsional terkecil penyusun makhluk hidup. Setiap sel memiliki bagian-bagian tertentu yang menjalankan fungsi khusus sehingga organisme dapat hidup dan melakukan aktivitas biologisnya. Pada makhluk hidup tingkat tinggi, seperti hewan dan tumbuhan, sel tersusun atas berbagai organel dengan fungsi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pemahaman mengenai struktur sel menjadi dasar penting dalam mempelajari biologi. Berikut penjelasan terkait struktur sel pada hewan dan tumbuhan.

Sel Hewan


Sel hewan tersusun atas berbagai organel yang bekerja sama untuk menjalankan fungsi kehidupan, seperti metabolisme, pertumbuhan, dan reproduksi. Berikut ini merupakan bagian-bagian sel yang terdapat pada hewan beserta fungsinya.

  • Membran plasma (selaput sel) berfungsi sebagai pelindung sitoplasma dan mengatur keluar masuknya zat dari dan ke dalam sel.
  • Inti sel (nukleus) berfungsi sebagai pengatur seluruh kegiatan sel, misalnya perkembangbiakan/pembelahan sel, pertumbuhan sel dan respirasi sel.
  • Mitokondria berfungsi sebagai tempat respirasi sel untuk menghasilkan energi.
  • Sentriol berperan dalam pembelahan sel hewan.
  • Retikulum endoplasma berfungsi sebagai tempat pembentukan lemak dan menghubungkan nucleus dengan sitoplasma.
  • Badan golgi berperan sebagai alat pengeluaran.
  • Ribosom berperan sebagai tempat terjadinya sintesis protein.
  • Vakuola (rongga sel) berperan sebagai tempat penyimpanan bahan makanan.
  • Lisosom berperan dalam membentuk enzim pensernaan intra sel.
  • Sentrosom berperan dalam proses pembelahan sel.

Sel Tumbuhan


Sel tumbuhan memiliki bagian-bagian sel tertentu yang tidak ditemukan pada sel hewan. Organel-organ ini mendukung kemampuan tumbuhan dalam menghasilkan makanan sendiri serta menjaga kestabilan struktur sel. Berikut ini merupakan bagian-bagian sel yang terdapat pada tumbuhan beserta fungsinya.

  • Membran plasma (selaput sel) berfungsi sebagai pelindung sitoplasma dan mengatur keluar masuknya zat dari dan ke dalam sel.
  • Inti sel (nukleus) berfungsi sebagai pengatur seluruh kegiatan sel, misalnya perkembangbiakan/pembelahan sel, pertumbuhan sel dan respirasi sel.
  • Mitokondria berfungsi sebagai tempat respirasi sel untuk menghasilkan energi.
  • Kloroplas berperan sebagai tempat terjadinya fotosintesis
  • Retikulum endoplasma berfungsi sebagai tempat pembentukan lemak dan menghubungkan nucleus dengan sitoplasma.
  • Badan golgi berperan sebagai alat pengeluaran.
  • Ribosom berperan sebagai tempat terjadinya sintesis protein.
  • Vakuola (rongga sel) berperan sebagai tempat penyimpanan bahan makanan.
  • Lisosom berperan dalam membentuk enzim pensernaan intra sel.
  • Plastida berperan sebagai pembawa zat pewarna,
  • Dinding sel melindungi sel terhadap gangguan dari luar sel.

Perbedaan Sel Hewan dan Tumbuhan

Meskipun sel hewan dan sel tumbuhan sama-sama termasuk sel eukariotik, terdapat perbedaan struktur dan organel di antara keduanya. Perbedaan tersebut berkaitan dengan fungsi dan cara hidup masing-masing organisme. Untuk memperjelas perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan, perhatikan tabel berikut.


Persamaan Sel Hewan dan Tumbuhan

Sementara persamaan sel hewan dan sel tumbuhan, yaitu keduanya memiliki membran plasma (selaput sel), nukleus (inti sel), sitoplasma, retikulum endoplasma, ribosom, badan golgi (kompleks golgi), lisosom dan mitokondria.

Minggu, 04 Januari 2015

Sel pada Makhluk Hidup

Sel adalah satuan kehidupan terkecil dari makhluk hidup. Setiap jenis sel memiliki fungsi yang berbeda, misalnya:
  • Sel saraf berfungsi menerima dan menghantarkan rangsangan.
  • Sel otot sebagai alat gerak aktif.
  • Sel darah berfungsi mengangkut berbagai zat yang diperlukan oleh tubuh.
Berdasarkan ada tidaknya membran inti, sel dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
  1. Prokariotik, yaitu sel yang tidak memiliki membran inti.
  2. Eukariotik, yaitu sel yang memiliki membran inti.
Berdasarkan jumlah sel penyusun tubuhnya, makhluk hidup juga dibedakan menjadi dua, yaitu:
  1. Uniseluler, yaitu makhluk hidup bersel satu.
  2. Multiseluler, yaitu makhluk hidup bersel banyak.
Sel dibedakan menjadi tiga bagian utama, yaitu:
  1. Membran Sel (Selaput Plasma) merupakan bagian yang membungkus sel sebelah luar. Fungsinya untuk mengatur keluar masuknya zat dari luar dan ke dalam sel serta melindungi seluruh isi sel.
  2. Sitoplasma adalah cariran yang mengisi ruang antara membran sel. Di dalam sitoplasma terdapat struktur-struktur khusus yang disebut organel. Organel yang terdapat dalam sitoplasma, yaitu: ribosom, mitokondria, lisosom, retikulum endoplasma, badan golgi, plastida, dan vakuola. Plasma yang terdapat di luar inti sel disebut sitoplasma, sedangkan plasma yang terdapat di dalam inti sel disebut nukleoplasma. Sitoplasma dan nukleoplasma disebut protoplasma. Protoplasma merupakan cairan kental yang tersusun oleh air, karbohidrat, protein, lemak, garam-garam mineral, dan vitamin.
  3. Inti Sel (Nukleus) merupakan bagian sel terdalam dan memiliki bentuk yang bulat, bulat telur, atau tak teratur. Nukleus dikelilingi oleh sitoplasma (cairan) dan letaknya agak di tengah sel. Inti sel berfungsi mengatur seluruh kegiatan sel. Di dalam inti sel terdapat kromosom yang mengandung gen. Gen berperan sebagai pembawa sifat keturunan. Di dalam inti sel terdapat anak inti yang disebut nukleolus.


Baca lebih lanjut tentang sel: Sel pada Hewan dan Tumbuhan

Sabtu, 03 Januari 2015

Organisasi Kehidupan

Organisasi kehidupan adalah tingkatan susunan makhluk hidup yang menunjukkan urutan struktur kehidupan dari yang paling sederhana hingga paling kompleks. Konsep ini menjelaskan bagian-bagian penyusun kehidupan serta fungsi tiap tingkatannya.

Tingkatan organisasi kehidupan dan pengertiannya:

  • Molekul adalah bahan kimia dasar penyusun kehidupan yang mengalami kondensasi sehingga membentuk senyawa penting seperti asam amino dan protein yang akan membentuk menjadi sel.
  • Organel adalah sub-unit di dalam sel yang memiliki fungsi khusus/spesifik.
  • Sel adalah satuan kehidupan terkecil dari makhluk hidup. (Baca lebih lanjut tentang sel: Sel pada Makhluk Hidup dan Sel pada Hewan dan Tumbuhan)
  • Jaringan adalah kumpulan sel sejenis yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama dalam tubuh makhluk hidup multiseluler.
  • Organ adalah gabungan beberapa jaringan yang bekerja sama menjalankan fungsi tertentu.
  • Sistem organ adalah kumpulan organ yang saling bekerja sama dalam satu sistem fungsi tubuh.
  • Organisme (individu) adalah satu makhluk hidup utuh yang merupakan gabungan dari sistem-sistem organ yang bekerja sama membentuk kehiduan.
  • Populasi adalah sekumpulan individu sejenis yang hidup atau menempati suatu wilayah atau daerah tertentu.
  • Komunitas adalah kumpulan berbagai populasi yang hidup bersama di suatu tempat.
  • Ekosistem adalah sekumpulan makhluk hidup dan benda mati dalam suatu lingkungan tempat hidup yang saling berinteraksi atau memiliki hubungan timbal balik.
  • Biosfer adalah seluruh wilayah di bumi yang menjadi tempat berlangsungnya kehidupan beserta seluruh makhluk hidup yang hidup di dalamnya.