Translate

Jumat, 09 Januari 2015

Pertempuran Khandaq

Pertempuran Khandaq, yang juga dikenal dengan nama Perang Al-Ahzab atau Pertempuran Konfederasi, terjadi pada bulan Syawal tahun 5 Hijriah, bertepatan dengan tahun 627 Masehi. Peristiwa ini berupa pengepungan Kota Madinah oleh pasukan gabungan yang terdiri atas kaum Quraisy Makkah serta sekutu-sekutunya, termasuk Bani Nadir. Pengepungan tersebut berlangsung selama kurang lebih 27 hari dan menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam.

Nama Khandaq sendiri berasal dari bahasa Arab الخندق yang berarti parit. Penamaan ini merujuk pada strategi pertahanan umat Islam yang menggali parit di sisi Madinah yang terbuka dan tidak terlindungi oleh pegunungan. Strategi ini merupakan usulan dari Salman al-Farisi, seorang sahabat Rasulullah ﷺ yang berasal dari Persia. Pada masa itu, metode pertahanan dengan parit merupakan taktik perang yang belum dikenal oleh bangsa Arab.

Dalam Al-Qur’an, peristiwa ini disebut sebagai Perang Al-Ahzab, sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Ahzab ayat 9–32. Istilah al-ahzab berarti sekutu-sekutu, yang menggambarkan gabungan berbagai kelompok yang bersatu untuk menyerang kaum Muslimin di Madinah.

Parit digali di bagian utara Madinah selama sekitar sembilan hingga sepuluh hari. Ketika pasukan gabungan yang berjumlah sekitar 10.000 orang tiba, mereka mendirikan kemah di wilayah tersebut. Namun, keberadaan parit membuat pasukan musuh tidak dapat melakukan serangan secara langsung. Situasi ini menjadikan pengepungan lebih bersifat perang strategi dan ketahanan, bukan pertempuran terbuka.

Dalam peristiwa ini, terjadi pula pengkhianatan dari Bani Qurayzhah, yang sebelumnya telah bersepakat untuk mempertahankan Madinah bersama kaum Muslimin. Pengkhianatan ini memperburuk keadaan dan menambah tekanan bagi umat Islam yang saat itu berada dalam posisi terkepung.

Setelah pengepungan berlangsung cukup lama, Nu’aim bin Mas’ud al-Asyja’i, yang telah memeluk Islam secara diam-diam, berhasil memecah persatuan pasukan gabungan melalui strategi diplomasi dan adu informasi. Selain itu, Allah SWT menurunkan pertolongan berupa angin kencang yang merusak kemah pasukan musuh, memadamkan api, serta menimbulkan kekacauan di barisan mereka. Akhirnya, pasukan gabungan memutuskan mundur tanpa berhasil menaklukkan Madinah.

Usai peristiwa tersebut, Rasulullah ﷺ dan para sahabat kemudian menuju kediaman Bani Qurayzhah untuk menyelesaikan permasalahan akibat pengkhianatan yang mereka lakukan. Pertempuran Khandaq menjadi titik penting yang menunjukkan kecerdasan strategi kaum Muslimin serta semakin menguatkan posisi Islam di Jazirah Arab.

Peta Pertempuran Parit

Gambaran Pertempuran

Situs Peninggalan Khandak di Pinggiran Madinah

Kamis, 08 Januari 2015

Kerajinan Tangan dari Barang Bekas: Bunga dari Sedotan

Contoh Kerajinan Tangan Bunga dari Sedotan

Kerajinan tangan dari barang bekas adalah salah satu cara kreatif untuk mengubah sesuatu yang sederhana menjadi benda bernilai estetika. Barang yang sering dianggap remeh, seperti sedotan plastik, ternyata bisa diolah menjadi hiasan yang cantik dan menarik jika dipadukan dengan kreativitas dan ketelatenan. Selain ramah di kantong, kerajinan dari barang bekas juga mengajarkan kita untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Salah satu contoh kerajinan dari barang bekas adalah bunga hias dari sedotan. Meski bahan dasarnya sederhana, hasil akhirnya bisa terlihat unik dan dekoratif, bahkan sering membuat orang tak menyangka bahwa bunga tersebut terbuat dari sedotan. Kerajinan ini cocok dijadikan hiasan rumah, tugas sekolah, atau sekadar kegiatan mengisi waktu luang.

Melalui link berikut, kamu bisa menemukan cara membuat bunga dari sedotan yang menarik dan mudah dipraktikkan. Langkah-langkahnya sederhana dan alat serta bahannya mudah didapatkan sehingga siapa pun bisa mencoba membuatnya sendiri di rumah.

Kunjungi http://kreasi-kerajinantanganku.blogspot.com/2011/04/bunga-sedotan.html

Senin, 05 Januari 2015

Sel pada Hewan dan Tumbuhan

Sel merupakan unit struktural dan fungsional terkecil penyusun makhluk hidup. Setiap sel memiliki bagian-bagian tertentu yang menjalankan fungsi khusus sehingga organisme dapat hidup dan melakukan aktivitas biologisnya. Pada makhluk hidup tingkat tinggi, seperti hewan dan tumbuhan, sel tersusun atas berbagai organel dengan fungsi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pemahaman mengenai struktur sel menjadi dasar penting dalam mempelajari biologi. Berikut penjelasan terkait struktur sel pada hewan dan tumbuhan.

Sel Hewan


Sel hewan tersusun atas berbagai organel yang bekerja sama untuk menjalankan fungsi kehidupan, seperti metabolisme, pertumbuhan, dan reproduksi. Berikut ini merupakan bagian-bagian sel yang terdapat pada hewan beserta fungsinya.

  • Membran plasma (selaput sel) berfungsi sebagai pelindung sitoplasma dan mengatur keluar masuknya zat dari dan ke dalam sel.
  • Inti sel (nukleus) berfungsi sebagai pengatur seluruh kegiatan sel, misalnya perkembangbiakan/pembelahan sel, pertumbuhan sel dan respirasi sel.
  • Mitokondria berfungsi sebagai tempat respirasi sel untuk menghasilkan energi.
  • Sentriol berperan dalam pembelahan sel hewan.
  • Retikulum endoplasma berfungsi sebagai tempat pembentukan lemak dan menghubungkan nucleus dengan sitoplasma.
  • Badan golgi berperan sebagai alat pengeluaran.
  • Ribosom berperan sebagai tempat terjadinya sintesis protein.
  • Vakuola (rongga sel) berperan sebagai tempat penyimpanan bahan makanan.
  • Lisosom berperan dalam membentuk enzim pensernaan intra sel.
  • Sentrosom berperan dalam proses pembelahan sel.

Sel Tumbuhan


Sel tumbuhan memiliki bagian-bagian sel tertentu yang tidak ditemukan pada sel hewan. Organel-organ ini mendukung kemampuan tumbuhan dalam menghasilkan makanan sendiri serta menjaga kestabilan struktur sel. Berikut ini merupakan bagian-bagian sel yang terdapat pada tumbuhan beserta fungsinya.

  • Membran plasma (selaput sel) berfungsi sebagai pelindung sitoplasma dan mengatur keluar masuknya zat dari dan ke dalam sel.
  • Inti sel (nukleus) berfungsi sebagai pengatur seluruh kegiatan sel, misalnya perkembangbiakan/pembelahan sel, pertumbuhan sel dan respirasi sel.
  • Mitokondria berfungsi sebagai tempat respirasi sel untuk menghasilkan energi.
  • Kloroplas berperan sebagai tempat terjadinya fotosintesis
  • Retikulum endoplasma berfungsi sebagai tempat pembentukan lemak dan menghubungkan nucleus dengan sitoplasma.
  • Badan golgi berperan sebagai alat pengeluaran.
  • Ribosom berperan sebagai tempat terjadinya sintesis protein.
  • Vakuola (rongga sel) berperan sebagai tempat penyimpanan bahan makanan.
  • Lisosom berperan dalam membentuk enzim pensernaan intra sel.
  • Plastida berperan sebagai pembawa zat pewarna,
  • Dinding sel melindungi sel terhadap gangguan dari luar sel.

Perbedaan Sel Hewan dan Tumbuhan

Meskipun sel hewan dan sel tumbuhan sama-sama termasuk sel eukariotik, terdapat perbedaan struktur dan organel di antara keduanya. Perbedaan tersebut berkaitan dengan fungsi dan cara hidup masing-masing organisme. Untuk memperjelas perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan, perhatikan tabel berikut.


Persamaan Sel Hewan dan Tumbuhan

Sementara persamaan sel hewan dan sel tumbuhan, yaitu keduanya memiliki membran plasma (selaput sel), nukleus (inti sel), sitoplasma, retikulum endoplasma, ribosom, badan golgi (kompleks golgi), lisosom dan mitokondria.