Selamat datang! Blog ini berisi materi-materi berbagai mata pelajaran. Anda bisa ke bagian 'Search by Label' untuk langsung menuju mata pelajaran tertentu yang Anda butuhkan saat ini. Semoga bermanfaat.
Translate
Senin, 07 Oktober 2019
A Diary, "My Holiday"
Kamis, 05 September 2019
Resensi Buku Fiksi "Pembunuhan di Lorong" Karya Agatha Christie
(Buku dipinjam dari Perpustakaan FBS UNY)
Identitas Buku
Judul buku: Pembunuhan di Lorong
Judul asli: Murder in the Mews
Penulis: Agatha Christie
Penerjemah: Ny. Suwarni A. S.
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Cetakan keempat, Januari 2003
Tebal: 344 halaman
ISBN: 979-605-837-5
Bagaimana mungkin seorang wanita dengan pistol di tangan kanan bisa menembak pelipis kirinya sendiri? Adakah kaitan antara hantu dan hilangnya sebuah dokumen penting berisi rencana rahasia pemerintah? Bagaimana sebutir peluru yang menewaskan seorang laki-laki bisa memecahkan cermin di bagian lain ruangan? Dan siapakah yang membuyarkan cinta segitiga yang melibatkan seorang wanita cantik yang dikenal suka kawin-cerai?
Hercule Poirot dihadapkan pada empat kasus pelik yang membingungkan—dan masing-masing kasus dipecahkan secara tak terduga dan memuaskan
Isi Resensi
Pembunuhan di Lorong merupakan salah satu novel Hercule Poirot Series karya Agatha Christie yang terkenal. Seperti namanya, novel ini dibintangi oleh seorang tokoh utama bernama Hercule Poirot yang terkenal telah berhasil memecahkan banyak kasus sulit. Gaya penceritaan Agatha Christie yang mengalir lancar tanpa sadar akan membawa para pembaca untuk ikut serta menyelidiki kasus lembar demi lembar hingga kasus terselesaikan. Jalan pikiran Hercule Poirot yang sulit ditebak membuat pembaca semakin tak sabar untuk mencapai lembar terakhir buku ini.
Hanya saja percakapan antartokoh terkadang sedikit membingungkan karena jarang ada keterangan siapa yang menuturkannya sehingga harus dibaca dua kali atau beberapa kali. Namun secara keseluruhan, novel ini sangat menarik untuk dibaca terutama bagi para penggemar cerita misteri-detektif.
Selain kasus Pembunuhan di Lorong, buku ini juga menghadirkan tiga kasus lain—Pencurian yang Aneh; Cermin Mayat; dan Segitiga di Rhodes.
Novel-novel Hercule Poirot Series lainnya: The Mysterious Affair at Styles (1920), The Murder on the Links (1923), Poirot Investigates (1924), The Murder of Roger Ackroyd (1926), The Big Four (1927), The Mystery of the Blue Train (1928), dan lain-lain.
Sabtu, 12 Mei 2018
Unsur-Unsur Negara
Unsur-unsur yang membentuk sebuah negara, yakni rakyat, wilayah negara, pemerintah yang berdaulat, dan pengakuan dari negara lain. Berikut penjelasannya.
1. Rakyat
Rakyat adalah semua orang yang berada di wilayah suatu negara. Rakyat yang biasa dinyatakan pada undang-undang pada hakikatnya adalah warga negara. Rakyat dalam suatu negara meliputi penduduk dan bukan penduduk atau orang asing. Penduduk terdiri atas warga negara dan bukan warga negara. Warga negara ada dua yaitu warga negara asing atau warga negara keturunan atau warga negara yang ditetapkan oleh undang-undang.
Penduduk adalah setiap orang yang mempunyai tempat tinggal tetap di suatu negara. Dengan demikian penduduk terdiri atas warga negara (secara mayoritas) atau bukan warga negara (minoritas). Warga negara adalah setiap orang yang terikat dengan peraturan negara dan penduduk terikat karena tempat tinggal.
2. Wilayah Negara
Wilayah atau daerah sangat diperlukan bagi berdirinya suatu negara, yaitu sebagai tempat menetap rakyatnya dan tempat menyelenggarakan pemerintahan. Suatu kelompok yang memiliki pemerintahan tidak dapat dikatakan negara apabila tidak memiliki tempat menetap. Dalam wilayah itu dibangun berbagai organisasi pemerintahan sebagai upaya untuk mempertahankan kedaulatan dan meneruskan kehidupan negara serta menyejahterakan rakyat.
Wilayah negara terdiri atas daratan, perairan, udara dan wilayah ekstra teritorial. Batas ketiga wilayah tersebut dapat ditentukan secara alam, geografi, buatan, perjanjian dan lain-lain. Batas alam seperti sungai dan pegunungan. Batas geografi seperti garis lintang dan garis bujur, batas buatan seperti pagar dan tembok (contoh tembok berlin) sedangkan perjanjian misalnya konvensi dan traktat.
3. Pemerintah yang Berdaulat
Kedaulatan sangat diperlukan bagi sebuah negara. Tanpa kedaulatan sebuah negara tidak akan berdiri tegak. Tanpa kedaulatan sebuah negara tidak memiliki kekuasaan untuk mengatur rakyatnya sendiri, terlebih mempertahankan diri dari negara lain. Oleh karena itu, kedaulatan sangat penting untuk berdirinya suatu negara.
Istilah kedaulatan merupakan terjemahan dari sovereignty (Inggris), souveranete (Prancis), sovranus (Italia) yang semuanya diturunkan dari kata supremus (bahasa Latin) yang berarti tertinggi. Kedaulatan berarti kekuasaan tertinggi, tidak di bawah kekuasaan lain.
4. Pengakuan dari Negara Lain
Pengakuan dari negara lain diperlukan oleh suatu negara sebagai pernyataan dalam hubungan internasional. Negara yang baru berdiri atau merdeka memerlukan pengakuan dari negara lain. Pengakuan ini diperlukan untuk mencegah terjadinya ancaman dari dalam (kudeta) atau campur tangan negara lain. Selain itu, pengakuan dari negara lain diperlukan untuk menjalin hubungan dengan negara lain baik bilateral maupun multilateral terutama dalam bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan. Dengan adanya pengakuan dari negara lain suatu negara juga dapat menempatkan perwakilannya sebagai pengutusan tetap di lembaga-lembaga internasional dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia.