Translate

Senin, 07 Oktober 2019

A Diary, "My Holiday"

Dear My Lovely Blog,

It's been a while since my family going on vacation together!

It was a long long vacation so my family decided to visit my sister in Yogyakarta. We went there by bus. And apparently my brother-in-law's family also came to Yogyakarta.

We all stayed at my sister's house. It was cramped, but it was fun to know each other more. To spend holidays, we went to many places such as Sindu Kusuma Education Park (or well known as SKE/Edupark), Trans Studio Mini, and Puri Mataram.

The first thing we can think about was went to Sindu Kusuma Education Park because it was the nearest recreational place from home. SKE have a lot of game rides. We played a lot. Even my father playing along and won the dolls for us ♡​

It was already cloudy in the morning. But, in the afternoon, the weather became worse so we decided to go home. It was too late, the rain came even before we reach the exit :(

I have taken a few photos there \(´▽`)/

[photo] [photo]

A few days after that, we went to Trans Studio Mini. Trans Studio Mini is just like Trans Studio in Bandung or Makassar, full of games. Trans Studio Mini Yogyakarta is located in 3rd floor of Transmart Mall. It's called 'mini' because it only has a small area. But it has no different from the original because we still can have a lot of fun with the game rides. It even has a roller coaster! We rode it and my father said that our screaming was very loud it even distracted other people from their activities. I was so embarrassed to hear that!

We played a lot of games and got so many coupons which can be exchanged for items such as dolls or small notebooks as a souvenir from Trans Studio Mini.

[photo]

[photo]

And the last recreation area we visited was Puri Mataram. Puri Mataram is a recreation area that provides a lot of places to take pictures and of course we took a lot of pictures until the sun set. We had so much fun there! 

[photo]

[photo]

After the sun set, we had meals at a restaurant in Puri Mataram. I ordered fried chicken even though there was so many choice to  be ordered.

[photo]

[photo]

It was a very good holiday. I enjoyed it so much!

***

[07/10/2019] This diary entry is done as part of assignment of Writing for Personal Communication.
[Edit per 25/09/2021] All photos have been deleted due to personal reason.

Kamis, 05 September 2019

Resensi Buku Fiksi "Pembunuhan di Lorong" Karya Agatha Christie

(Buku dipinjam dari Perpustakaan FBS UNY)


Identitas Buku

Judul buku: Pembunuhan di Lorong

Judul asli: Murder in the Mews

Penulis: Agatha Christie

Penerjemah: Ny. Suwarni A. S.

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit: Cetakan keempat, Januari 2003

Tebal: 344 halaman

ISBN: 979-605-837-5

Sinopsis

Bagaimana mungkin seorang wanita dengan pistol di tangan kanan bisa menembak pelipis kirinya sendiri? Adakah kaitan antara hantu dan hilangnya sebuah dokumen penting berisi rencana rahasia pemerintah? Bagaimana sebutir peluru yang menewaskan seorang laki-laki bisa memecahkan cermin di bagian lain ruangan? Dan siapakah yang membuyarkan cinta segitiga yang melibatkan seorang wanita cantik yang dikenal suka kawin-cerai?

Hercule Poirot dihadapkan pada empat kasus pelik yang membingungkan—dan masing-masing kasus dipecahkan secara tak terduga dan memuaskan

Isi Resensi

Pembunuhan di Lorong merupakan salah satu novel Hercule Poirot Series karya Agatha Christie yang terkenal. Seperti namanya, novel ini dibintangi oleh seorang tokoh utama bernama Hercule Poirot yang terkenal telah berhasil memecahkan banyak kasus sulit. Gaya penceritaan Agatha Christie yang mengalir lancar tanpa sadar akan membawa para pembaca untuk ikut serta menyelidiki kasus lembar demi lembar hingga kasus terselesaikan. Jalan pikiran Hercule Poirot yang sulit ditebak membuat pembaca semakin tak sabar untuk mencapai lembar terakhir buku ini.

Hanya saja percakapan antartokoh terkadang sedikit membingungkan karena jarang ada keterangan siapa yang menuturkannya sehingga harus dibaca dua kali atau beberapa kali. Namun secara keseluruhan, novel ini sangat menarik untuk dibaca terutama bagi para penggemar cerita misteri-detektif.

Selain kasus Pembunuhan di Lorong, buku ini juga menghadirkan tiga kasus lain—Pencurian yang Aneh; Cermin Mayat; dan Segitiga di Rhodes.

Novel-novel Hercule Poirot Series lainnya: The Mysterious Affair at Styles (1920), The Murder on the Links (1923), Poirot Investigates (1924), The Murder of Roger Ackroyd (1926), The Big Four (1927), The Mystery of the Blue Train (1928), dan lain-lain.

Sabtu, 12 Mei 2018

Unsur-Unsur Negara

Unsur-unsur yang membentuk sebuah negara, yakni rakyat, wilayah negara, pemerintah yang berdaulat, dan pengakuan dari negara lain. Berikut penjelasannya.

1. Rakyat

Rakyat adalah semua orang yang berada di wilayah suatu negara. Rakyat yang biasa dinyatakan pada undang-undang pada hakikatnya adalah warga negara. Rakyat dalam suatu negara meliputi penduduk dan bukan penduduk atau orang asing. Penduduk terdiri atas warga negara dan bukan warga negara. Warga negara ada dua yaitu warga negara asing atau warga negara keturunan atau warga negara yang ditetapkan oleh undang-undang.

Penduduk adalah setiap orang yang mempunyai tempat tinggal tetap di suatu negara. Dengan demikian penduduk terdiri atas warga negara (secara mayoritas) atau bukan warga negara (minoritas). Warga negara adalah setiap orang yang terikat dengan peraturan negara dan penduduk terikat karena tempat tinggal.

2. Wilayah Negara

Wilayah atau daerah sangat diperlukan bagi berdirinya suatu negara, yaitu sebagai tempat menetap rakyatnya dan tempat menyelenggarakan pemerintahan. Suatu kelompok yang memiliki pemerintahan tidak dapat dikatakan negara apabila tidak memiliki tempat menetap. Dalam wilayah itu dibangun berbagai organisasi pemerintahan sebagai upaya untuk mempertahankan kedaulatan dan meneruskan kehidupan negara serta menyejahterakan rakyat.

Wilayah negara terdiri atas daratan, perairan, udara dan wilayah ekstra teritorial. Batas ketiga wilayah tersebut dapat ditentukan secara alam, geografi, buatan, perjanjian dan lain-lain. Batas alam seperti sungai dan pegunungan. Batas geografi seperti garis lintang dan garis bujur, batas buatan seperti pagar dan tembok (contoh tembok berlin) sedangkan perjanjian misalnya konvensi dan traktat.

3. Pemerintah yang Berdaulat

Kedaulatan sangat diperlukan bagi sebuah negara. Tanpa kedaulatan sebuah negara tidak akan berdiri tegak. Tanpa kedaulatan sebuah negara tidak memiliki kekuasaan untuk mengatur rakyatnya sendiri, terlebih mempertahankan diri dari negara lain. Oleh karena itu, kedaulatan sangat penting  untuk berdirinya suatu negara.

Istilah kedaulatan merupakan terjemahan dari sovereignty (Inggris), souveranete (Prancis), sovranus (Italia) yang semuanya diturunkan dari kata supremus (bahasa Latin) yang berarti tertinggi. Kedaulatan berarti kekuasaan tertinggi, tidak di bawah kekuasaan lain.

4. Pengakuan dari Negara Lain

Pengakuan dari negara lain diperlukan oleh suatu negara sebagai pernyataan dalam hubungan internasional. Negara yang baru berdiri atau merdeka memerlukan pengakuan dari negara lain. Pengakuan ini diperlukan untuk mencegah terjadinya ancaman dari dalam (kudeta) atau campur tangan negara lain. Selain itu, pengakuan dari negara lain diperlukan untuk menjalin hubungan dengan negara lain baik bilateral maupun multilateral  terutama dalam bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan. Dengan adanya pengakuan dari negara lain suatu negara juga dapat menempatkan perwakilannya sebagai pengutusan tetap di lembaga-lembaga internasional dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia.