Translate

Sabtu, 04 Juli 2020

Resensi Buku Nonfiksi "101 Eksperimen dengan Air" Karya Anita van Saan

Identitas Buku

Judul buku: 101 Eksperimen dengan Air

Judul asli: 101 Experimente mit Wasser

Penulis: Anita van Saan

Ilustrator: Charlotte Wagner

Penerjemah: Primardiana Hermilia Wijayati, Nasirotussa’diyah, dan Iwa Sobara

Penerbit: Tiga Serangkai

Tahun terbit: 2009

Tebal: 136 halaman

Sinopsis

Tahukah kalian, pancuran air dapat melengkung seperti terkena sihir, kacang polong dan kismis dapat membuat kalian takjub, tetesan air dapat bergerak seperti sedang menari, hewan dapat berjalan di atas air, tali dapat menembus es batu tanpa meninggalkan jejak, dan korek api dapat berlarian di atas permukaan air?

Air di dalam kehidupan sangat penting, juga memiliki sifat yang mengagumkan! Kita dapat mengajukan segudang pertanyaan tentang air.

  • Bagaimana kapal laut dan gunung es yang memiliki berat berton-ton dapat terapung di atas air?
  • Bagaimana sebuah kapal selam dan instalasi pengolahan air dapat berfungsi dengan baik?
  • Mengapa air memuai pada saat membeku?
  • Bagaimana air laut dapat menjadi asin?
  • Bagaimana cara kerja instalasi penyaringan air?
101 Eksperimen dengan Air memberi kita pengetahuan yang menarik tentang air dan mengajarkan banyak hal yang tidak membosankan. 101 Eksperimen dengan Air dilengkapi data-data penting, keterangan gambar, serta ilustrasi yang menarik. 

Isi Resensi

Buku 101 Eksperimen dengan Air pertama kali diterbitkan di Jerman pada tahun 2008 dengan judul 101 Experimente mit Wasser. Penulisnya, Anita van Saan, merangkum berbagai macam eksperimen yang berhubungan dengan air dan menyajikannya sebagai media belajar yang menarik, khususnya bagi anak-anak.

Buku ini berisi berbagai eksperimen sederhana yang dapat dilakukan dengan air, sehingga pembaca tidak hanya membaca teori, tetapi juga dapat langsung mempraktikkannya. Ilustrasi karya Charlotte Wagner membantu memperjelas setiap eksperimen yang dijelaskan, membuat isi buku semakin mudah dipahami dan menyenangkan untuk dibaca. Tampilan buku yang full color juga menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak, karena ilustrasi berwarna membuat pembaca tidak mudah bosan dan lebih tertarik untuk mencoba setiap eksperimen.

Selain itu, kertas yang digunakan cukup tebal, sehingga buku ini tidak mudah robek apabila terkena air. Hal ini sangat sesuai dengan isi buku yang berisi langkah-langkah eksperimen menggunakan air, di mana kemungkinan buku ketumpahan air saat percobaan berlangsung cukup besar. Dengan kualitas kertas yang baik, buku ini tetap aman dan dapat terus digunakan.

Setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, buku ini diterbitkan dengan judul 101 Eksperimen dengan Air dan menjadi salah satu bacaan edukatif yang cocok untuk mengenalkan konsep sains dasar tentang air dengan cara yang sederhana, menarik, dan praktis. Secara keseluruhan, menurut penulis tidak terdapat kelemahan yang berarti pada buku ini karena isi, tampilan, dan penyajiannya sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran bagi anak-anak.

Senin, 07 Oktober 2019

A Diary, "My Holiday"

Dear My Lovely Blog,

It's been a while since my family going on vacation together!

It was a long long vacation so my family decided to visit my sister in Yogyakarta. We went there by bus. And apparently my brother-in-law's family also came to Yogyakarta.

We all stayed at my sister's house. It was cramped, but it was fun to know each other more. To spend holidays, we went to many places such as Sindu Kusuma Education Park (or well known as SKE/Edupark), Trans Studio Mini, and Puri Mataram.

The first thing we can think about was went to Sindu Kusuma Education Park because it was the nearest recreational place from home. SKE have a lot of game rides. We played a lot. Even my father playing along and won the dolls for us ♡​

It was already cloudy in the morning. But, in the afternoon, the weather became worse so we decided to go home. It was too late, the rain came even before we reach the exit :(

I have taken a few photos there \(´▽`)/

[photo] [photo]

A few days after that, we went to Trans Studio Mini. Trans Studio Mini is just like Trans Studio in Bandung or Makassar, full of games. Trans Studio Mini Yogyakarta is located in 3rd floor of Transmart Mall. It's called 'mini' because it only has a small area. But it has no different from the original because we still can have a lot of fun with the game rides. It even has a roller coaster! We rode it and my father said that our screaming was very loud it even distracted other people from their activities. I was so embarrassed to hear that!

We played a lot of games and got so many coupons which can be exchanged for items such as dolls or small notebooks as a souvenir from Trans Studio Mini.

[photo]

[photo]

And the last recreation area we visited was Puri Mataram. Puri Mataram is a recreation area that provides a lot of places to take pictures and of course we took a lot of pictures until the sun set. We had so much fun there! 

[photo]

[photo]

After the sun set, we had meals at a restaurant in Puri Mataram. I ordered fried chicken even though there was so many choice to  be ordered.

[photo]

[photo]

It was a very good holiday. I enjoyed it so much!

***

[07/10/2019] This diary entry is done as part of assignment of Writing for Personal Communication.
[Edit per 25/09/2021] All photos have been deleted due to personal reason.

Kamis, 05 September 2019

Resensi Buku Fiksi "Pembunuhan di Lorong" Karya Agatha Christie

(Buku dipinjam dari Perpustakaan FBS UNY)


Identitas Buku

Judul buku: Pembunuhan di Lorong

Judul asli: Murder in the Mews

Penulis: Agatha Christie

Penerjemah: Ny. Suwarni A. S.

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit: Cetakan keempat, Januari 2003

Tebal: 344 halaman

ISBN: 979-605-837-5

Sinopsis

Bagaimana mungkin seorang wanita dengan pistol di tangan kanan bisa menembak pelipis kirinya sendiri? Adakah kaitan antara hantu dan hilangnya sebuah dokumen penting berisi rencana rahasia pemerintah? Bagaimana sebutir peluru yang menewaskan seorang laki-laki bisa memecahkan cermin di bagian lain ruangan? Dan siapakah yang membuyarkan cinta segitiga yang melibatkan seorang wanita cantik yang dikenal suka kawin-cerai?

Hercule Poirot dihadapkan pada empat kasus pelik yang membingungkan—dan masing-masing kasus dipecahkan secara tak terduga dan memuaskan

Isi Resensi

Pembunuhan di Lorong merupakan salah satu novel Hercule Poirot Series karya Agatha Christie yang terkenal. Seperti namanya, novel ini dibintangi oleh seorang tokoh utama bernama Hercule Poirot yang terkenal telah berhasil memecahkan banyak kasus sulit. Gaya penceritaan Agatha Christie yang mengalir lancar tanpa sadar akan membawa para pembaca untuk ikut serta menyelidiki kasus lembar demi lembar hingga kasus terselesaikan. Jalan pikiran Hercule Poirot yang sulit ditebak membuat pembaca semakin tak sabar untuk mencapai lembar terakhir buku ini.

Hanya saja percakapan antartokoh terkadang sedikit membingungkan karena jarang ada keterangan siapa yang menuturkannya sehingga harus dibaca dua kali atau beberapa kali. Namun secara keseluruhan, novel ini sangat menarik untuk dibaca terutama bagi para penggemar cerita misteri-detektif.

Selain kasus Pembunuhan di Lorong, buku ini juga menghadirkan tiga kasus lain—Pencurian yang Aneh; Cermin Mayat; dan Segitiga di Rhodes.

Novel-novel Hercule Poirot Series lainnya: The Mysterious Affair at Styles (1920), The Murder on the Links (1923), Poirot Investigates (1924), The Murder of Roger Ackroyd (1926), The Big Four (1927), The Mystery of the Blue Train (1928), dan lain-lain.