Translate

Selasa, 27 Januari 2026

Pemanfaatan Medan Magnet oleh Hewan untuk Bermigrasi

Migrasi hewan umumnya menggunakan rute yang sama dari tahun ke tahun - dari generasi ke generasi. Tanah lintas hewan bisa berupa gunung, sungai, dan padang tanahyang luas. Burung, kelelawar, dan serangga terbang dalam jangkauan jarak yang panjang, kadang-kadang melampaui seluruh benua atau lautan. hewan yang berenang sering kali bermigrasi hampit meliputi jarak setengah dari seluruh dunia.

Gerakan berpindah hewan biasanya terkait dengan perubahan musim. Banyak hewan bermigrasi ke daerah utara selama bulan-bulan dalam musim panas. karena pada hari musim panas yang panjang di bagian paling utara dunia dapat menjamin pemberian pasokan makanan yang baik. Seperti pada pendekatan ramalan cuaca musim gugur dan dingin, banyak hewan bermigrasi ke Selatan untuk mencari cuaca yang hangat pada musim dingin dan tersedianya makanan.

Beberapa hewan bermigrasi setiap tahun dengan perjalanan pulang dan pergi dibuat dalam satu tahun. ada pula beberapa hewan mempunyai 'pola migrasi yang dapat dihubungkan pada pola cuaca' pergerakan mereka adalah bergantung pada curah hujan dan ketersediaan tumbuhan hijau. terdapat migrasi hewan yang dapat berlangsung selama beberapa tahun hanya untuk penyelesaian siklus berpindah dalam migrasinya.

Beberapa hewan juga memanfaatkan medan magnet bumi untuk melakukan migrasi. Medan magnet bumi adalah daerah di sekitar bumi yang masih dipengaruhi oleh gaya tarik bumi. 

Para ilmuwan telah mendapati kristal magnetit mikroskopis, atau besi magnet, suatu senyawa magnetis alami pada hampir semua hewan yang melakukan migrasi misalnya lebah, kupu-kupu, ikan tuna, mamalia pengerat dan banyak jenis burung. Sel-sel yang mengandung kristal-kristal ini terhubung ke sistem saraf. Oleh karena itu, hewan sanggup untuk mendeteksi medan magnet dan memanfaatkannya untuk melakukan migrasi.

1. Migrasi Burung

Migrasi burung merujuk pada perjalanan musiman yang dilakukan oleh banyak spesies burung. Banyak burung melakukan perjalanan panjang dengan terbang. Pola yang paling umum adalah terbang ke utara untuk berkembang biak pada musim panas Arktik dan terbang kembali ke selatan yang hangat ketika utara sedang mengalami musim dingin.

Burung dapat "melihat" medan elektromagnetik bumi ketika mereka terbang di angkasa. Para ilmuwan mengatakan banyak makhluk hidup, termasuk burung, dapat merasakan kekuatan magnet bumi untuk membantu navigasi mereka ketika terbang.Tetapi sekarang peneliti menemukan reaksi berbeda yang dihasilkan pada mata setiap burung tergantung arah putaran medan magnet. Reaksi itu bisa menciptakan sebuah gambar medan magnet dalam nuansa berbeda, gelap dan terang pada mata burung, kata para peneliti menurut laporan Daily Mail. Para peneliti juga mengatakan, jika benar itu akan menjadi contoh lain keajaiban alam dalam ujicoba menggunakan bahan kimia paling eksotis mereka menemukan, hasilnya tidak bisa menyamai kemampuan yang dimiliki mata burung.

Teori kompleks ini melibatkan pemeriksaan proses dimana cahaya dipancarkan oleh mata seekor burung, yang telah menarik perhatian komunitas ilmiah lebih dari 30 tahun. Pada akhir 1970-an fisikawan Schulten Klaus menyimpulkan bahwa burung menavigasi diri dengan mengandalkan reaksi biokimi geomagnetik pada mata mereka.Sejak itu penelitian telah mengidentifikasi sel-sel khusus dalam mata burung yang melakukan kemampuan itu dibantu dengan protein cryptochrome. Ketika sebuah foton cahaya masuk ke mata burung, itu masuk ke dalam kontak mata dengan cryptochrome dan memberikan energi dorong yang meletakkannya ke dalam ruang kuantum, suatu keadaan dimana elektron terpisah tetapi masih mampu mempengaruhi satu sama lain. 

Para ilmuwan telah lama berpendapat bahwa mata burung memiliki belitan-berbasis kompas, tetapi sekarang dalam paper terbaru mereka mengklaim proses itu bisa menghasilkan gambar medan elektromagnetik bumi pada matanya. Belum ada satu pun penelitian yang memberikan bukti nyata, sehingga membutuhkan banyak penelitan lagi, tetapi prospek penemuan telah memberikan harapan.Tulisan itu ditulis oleh fisikawan kuantum Simon Benjamin dari Universitas Oxford dan Universitas Nasional Singapura.

Sistem Navigasi pada Burung

Mengapa dan bagaimana awalnya burung bermigrasi, serta apa yang membuat mereka memutuskan untuk bermigrasi,Teknik navigasi didasarkan pada banyak indera. Cara ini merupakan hasil kombinasi beberapa kemampuan termasuk kemampuan mendeteksi daerah medan magnet, menggunakan pengenalan visual dan juga isyarat pada olfactorius. Reaksi kimia di pigmen cahaya khusus sensitif terhadap panjang gelombang tinggi dipengaruhi oleh daerah tersebut. Dengan pengalaman mereka mempelajari berbagai petunjuk daerah dan pemetaan ini dilakukan oleh megnetitas pada sistem trigeminal. Beberapa penelitian terbaru berhasil menemukan sebuah hubungan syaraf di antara mata dan “kelompokan N”, bagian otak depan yang aktif selama penetapan arah migrasi, yang diyakini menyebabkan burung dapat melihat medan magnet di bumi. 

Beberapa cara lain yang digunakan burung untuk menentukan arah antara lain: 

1. Sun Compass (Kompas Matahari) 

Beberapa jenis burung mampu menentukan arah dengan baik hanya jika dapat melihat matahari dengan jelas. Bahkan burung migran malam menggunakan ini sabagai isyarat untuk berangkat pada senja hari. 

2. Star Compass (Kompas Bintang)

Burung Elang yang terbang malam biasanya harus mengontrol terbangnya sendiri dalam keadaan kurang jelas, langit berbintang tapi akan menjadi tidak terlihat jika sedang berawan atau mendung. Maka mereka meggunakan pedoman hubungan beberapa rasi bintang dan bukan pada 1 bintang saja. 

3. Odor Map (Peta Rangsang Bau)

Biasanya dipakai oleh migran jarak dekat untuk pulang ke sarang. 

4. Magnetic Map (Peta Medan Magnet)

Burung migrasi dapat mengandalkan pada instingnya untuk pulang. Gangguan terhadap medan magnet dapat mengganggu kemampuan ini.

5. Magnetic Compass (Kompas Medan Magnet)

Beberapa burung Elang tampaknya memiliki “kompas” yang terpasang di organ tubuhnya untuk digunakan saat sedang berawan.

Penelitian berikutnya mengenai sistem navigasi burung Elang menunjukkan bahwa medan magnet bumi berpengaruh terhadap beberapa spesies. Berbagai kajian menunjukkan bahwa tampaknya burung pemangsa memiliki sistem reseptor magnetik yang maju, yang memungkinkan mereka menentukan arah dengan menggunakan medan magnet bumi. Sistem ini membantu burung menentukan arah dengan merasakan perubahan medan magnet bumi selama migrasi. Berbagai eksperimen menunjukkan bahwa burung migran dapat merasakan perbedaan medan magnet bumi sebesar 2%. Peneliti dari Jerman menemukan bahwa jika mata kanan burung ditutupi oleh penutup mata, burung tidak dapat menentukan arah terbang secara efektif, sementara mereka bisa terbang sangat baik jika mata kiri ditutup sebagai gantinya. Telah lama diketahui bahwa burung dapat merasakan medan magnet dan menggunakannya untuk navigasi, terutama ketika bermigrasi ke selatan ketika musim dingin.

Sekarang para peneliti menemukan bahwa burung itu benar-benar bisa melihat medan magnet dengan mata kanan yang kemudian memberikan informasi ke otak bagian kiri. Burung melihat medan magnet sebagai warna terang atau gelap. Perubahan posisi kepala juga merupakan kompas alami yang mereka miliki ketika terbang. Para ilmuwan yakin bahwa burung memiliki suatu molekul dalam retinanya yang aktif saat terkena cahaya biru di mana masing-masing molekul memiliki elektron yang tak berpasangan. Penglihatan visual biasa maupun penglihatan magnetik pada burung melibatkan variasi cahaya dan bayangan. Tetapi bedanya, penglihatan visual cenderung memiliki garis-garis tajam dan tepi, sedangkan penglihatan magnetik memiliki perubahan lebih bertahap dari terang ke gelap.Para peneliti yang dipimpin oleh Katrin Stapput dari Goethe-Universitat di Frankfurt, Jerman, menemukan bahwa ketika gaya magnetik ini terdistorsi oleh pola terang dan gelap, burung mengalami kebingungan sehingga tidak dapat memisahkan informasi dari gambar visual dan magnetik.

2. Migrasi Ikan

Banyak spesies ikan bermigrasi pada skala waktu yang berjarak dari harian hingga tahunan, dan melalui jarak dari yang hanya beberapa meter hingga ribuan kilometer. Ikan biasanya bermigrasi karena kebutuhan makanan atau reproduksi, meskipun terdapat alasan migrasi beberapa ikan yang tidak diketahui.

Ikan yang bermigrasi dengan memanfaatkan medan magnet bumi adalah ikan salmon. Jenis ikan ini menggunakan medan magnet sebagai navigasi lautan saat kembali ke sungai untuk berkembang biak. Para ilmuwan Amerika Serikat mengatakan memori dari medan magnet saat pertama kali memasuki perairan laut akan membantu ikan salmon ini menemukan jalan kembali ke sungai.

Data yang dikumpulkan di Current Biology memberikan bukti langsung bahwa ikan salmon menggunakan isyarat geomagnetik dalam migrasinya. Hewan laut lainnya seperti kura-kura dan anjing laut juga menggunakan mekanisme serupa untuk menemukan jalan pulang.

Perjalanan salmon dewasa dari Samudra Pasifik bagian utara untuk kembali ke sungai air tawar adalah migrasi terberat bagi kelompok hewan ini. Ada beberapa teori bagaimana salmon menemukan jalan pulang setelah bertahun-tahun menghabiskan waktunya di laut.

Satu hipotesis yang dikenal dengan natal homing menunjukkan salmon menggunakan mekanisme kimia di dalam tubuhnya dan isyarat geomagnetik untuk menemukan jalan pulang. Untuk menguji teori ini, peneliti mempelajari data ikan selama 56 tahun yang mencatat kembalinya salmon ke Sungai Fraser di British Columbia.

"Salmon mengingat medan magnet yang ada saat mereka pertama kali memasuki laut ketika remaja," kata Nathan Putman, seorang peneliti di Universitas Oregon State. "Setelah dewasa mereka kembali ke sungai air tawar dengan mendeteksi medan magnet yang sama." 

Kura-kura laut, singa laut, dan ikan lainnya seperti belut, tuna, dan sturgeon memiliki strategi migrasi yang sama.

Bagaimana ikan mengingat jejak magnetik di tempat asal mereka saat dilahirkan memang belum diketahui. Namun, para ilmuwan percaya perubahan air tawar ke asin telah memicu proses neurologis. Memori juga membantu salmon menemukan jalan ke muara sungai asalnya.

Pikirkanlah seperti apa kehidupan ini seandainya tubuh Anda diperlengkapi dengan kompas bawaan. Anda pasti tidak akan pernah tersesat! Di dalam tubuh sejumlah makhluk, termasuk lebah madu dan ikan trout, para ilmuwan telah mendapati kristal magnetit mikroskopis, atau besi magnet, suatu senyawa magnetis alami. Sel-sel yang mengandung kristal-kristal ini terhubung ke sistem saraf. Oleh karena itu, lebah dan ikan trout telah mempertunjukkan kesanggupan untuk mendeteksi medan magnet. Sesungguhnya, lebah memanfaatkan medan magnet bumi untuk menuntun mereka membangun sarang dan bernavigasi.

Para peneliti juga telah menemukan magnetit dalam suatu spesies bakteri yang hidup di endapan dasar laut. Ketika endapan itu teraduk, medan magnet bumi menggerakkan magnetit untuk memposisikan bakteri sedemikian rupa sehingga mereka mendorong diri sendiri kembali dengan aman ke habitat mereka di dasar laut. Kalau tidak, mereka akan mati.

Banyak satwa yang bermigrasi—termasuk burung, penyu, ikan salmon, dan ikan paus—mungkin juga memiliki indra magnetis. Akan tetapi, mereka kelihatannya tidak mengandalkan indra ini saja tetapi, sebaliknya, tampaknya bernavigasi dengan beragam indra. Sebagai contoh, ikan salmon kemungkinan menggunakan indra penciuman mereka yang kuat untuk menemukan aliran tempat mereka dilahirkan. Burung jalak Eropa bernavigasi dengan bantuan matahari; dan beberapa burung lainnya, dengan bintang. Tetapi, sebagaimana yang diamati profesor psikologi Howard C. Hughes dalam bukunya Sensory Exotica—A World Beyond Human Experience, ”kita jelas-jelas masih sangat jauh dari pemahaman tentang hal-hal ini dan misteri alam lainnya”.


Referensi:


Minggu, 23 Januari 2022

Bilangan Fibonacci dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Sejarah Bilangan Fibonacci

Pola barisan 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, ... merupakan barisan bilangan Fibonacci. Penemu bilangan Fibonacci adalah Leonardo da Pisa atau Leonardo Pisano (1175-1250). Beliau adalah seorang matematikawan Italia, yang juga dikenal sebagai Fibonacci yang juga memiliki peran dalam mengenalkan sistem penulisan dan perhitungan bilangan Arab ke dunia Eropa. 

Fibonacci banyak menulis buku, salah satu yang terkenal dan menjadi tonggak awal penggunaan angka Arab adalah “Liber Abaci”. Pada bab 12 buku tersebut, terdapat sebuah permasalahan yang mampu mengusik akal sehat matematikawan, yaitu tentang masalah kelinci yang beranak-pinak. Pertanyaan sederhana tetapi diperlukan kejelian dalam berpikir. Inilah masalah yang terdapat dalam buku tersebut:


Bila diterjemahkan, “Seorang laki-laki menempatkan sepasang kelinci di tempat yang dikelilingi oleh dinding. Berapa banyak pasangan kelinci yang dapat dihasilkan dari sepasang kelinci dalam setahun jika setiap bulan masing-masing kelinci betina melahirkan sepasang baru dimulai dari bulan kedua?"

Dari gambar di atas, diketahui bahwa:

Sehingga Fibonacci menggambarkan jumlah kelinci dalam setahun melalui barisan bilangan:

1   1   2   3   5   8   13   21   ...

Atau dinotasikan dengan

U1   U2   U3   U4   U5   U6   U7   U8   ...

Karena mencari banyak pasangan kelinci yang beranak-pinak dalam setahun, maka yang dimaksud adalah mencari U12 pada barisan bilangan tersebut.

Namun, sebelum barisan ini ditemukan di dunia Barat oleh Leonardo da Pisa, berdasarkan buku The Art of Computer Programming karya Donald E. Knuth, barisan ini pertama kali dijelaskan oleh matematikawan India, Gopala dan Hemachandra pada tahun 1150 ketika menyelidiki berbagai kemungkinan untuk memasukkan barang-barang ke dalam kantong.

Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Untuk memperkirakan pergerakan harga

Metode Fibonacci banyak digunakan para trader untuk memperkirakan pergerakan harga. Ada dua rasio Fibonacci yang banyak digunakan dalam forex yaitu Fibonacci Retracement dan Fibonacci Extension.:

  • Fibonacci Retracement Levels: 0.236, 0.382, 0.500, 0.618, 0.764
  • Fibonacci Extension Levels: 0, 0.382, 0.618, 1.00, 1.382, 1.618

2. Menentukan nilai optimum dari suatu fungsi

Pencarian Fibonacci dapat dipakai untuk mencari maximum dari sebuah fungsi satu variabel, bahkan untuk fungsi yang tidak kontinu.

3. Dunia musik

Tidak diduga, musik yang enak terdengar berasal  dari numerik  Fibonacci. Hal ini dapat dibuktikan pada beberapa bagian komposer  musik klasik pada Mozart dan Bethoven menggunakan seri Fibonacci.

4. Pada seni artistektur dan seni rupa

Rahasia angka Fibonacci yang disebut juga dengan Nisbah Emas (Phi) ini telah digunakan oleh manusia sejak zaman kuno. Pada zaman Mesir kuno nisbah emas ini digunakan untuk mendirikan bangunan bentuk pyramid. Nisbah Emas (Phi) ini juga digunakan dalam bidang seni, reka bentuk dan arsitek.

5. Untuk mendapatkan nilai rasio emas (golden rasio)

Rasio emas (golden rasio) diperoleh dari hasil bagi deret Fibonacci sebelumnya dimulai setelah deret ke-13. Deret ke-13 pada deretan angka Fibonacci adalah 233, yang jika dibagi dengan angka sebelumnya yaitu 144 menghasilkan angka 1,618 atau dengan kata lain rasio emas. Jika dilakukan pembagian serupa pada deret selanjutnya bahkan sampai deret tak hingga sekalipun, maka angka ini akan tetap bernilai sama, yaitu 1,618. Angka ini bernilai sama tanpa ada sedikitpun yang menyimpang.

Nilai rasio emas juga dapat ditemukan bahkan di dalam tubuh kita sendiri. Perbandingan jarak antar setiap anggota tubuh kita mendekati nilai rasio emas.

Hubungan kesesuaian “ideal” yang dikemukakan ada pada berbagai bagian tubuh manusia rata-rata dan yang mendekati nilai rasio emas dapat dijelaskan dalam sebuah bagan umum sebagaimana berikut: Nilai perbandingan M/m pada diagram berikut selalu setara dengan rasio emas. M/m = 1,618.

Contohnya:

  • Bagian wajah

  • Bagian tubuh

Referensi:

http://almer-farhan.blogspot.com/2012/03/komtek-deret-fibonacci-dan-kegunaannya.html

http://filmatbarbilfibo.blogspot.co.id/

http://lavoisierthewinner.blogspot.co.id/2012/08/hubungan-pola-alam-dan-matematika.html

https://handirizki.wordpress.com/2012/04/11/deret-fibonacci-di-alam-semesta/

https://id.wikipedia.org/wiki/Bilangan_Fibonacci

Kamis, 13 Januari 2022

Pengertian Negara Menurut Para Ahli


Istilah negara berasal dari bahasa Sanskerta “nagari” atau “nagara” yang berarti kota. Dalam bahasa Inggris negara disebut “state”, bahasa Belanda “staat”, bahasa Perancis “l’etat”, dan bahasa Latin “statum”. Pengertian negara yang ditulis oleh M Solly Lubis dalam bukunya Ilmu Negara (1981:9) di mana beliau mengutip pendapat:
  • Soenarko
Negara adalah organisasi masyarakat yang mempunyai wilayah tertentu dan kekuasaan negara berlaku sepenuhnya sebagai kedaulatan. 
  • Logemann
Negara adalah organisasi kemasyarakatan yang dengan kekuasaannya bertujuan mengatur dan menyelenggarakan masyarakat.
  • Harold J. Laski
Negara adalah satu persekutuan manusia yang mengikuti jika perlu dengan tindakan paksaan.  
  • Woodrow Wilson
Negara adalah rakyat yang terorganisasi untuk hukum dalam wilayah tertentu.  
  • George Jellinek
Negara adalah organisasi kekuasaan dari sekelompok manusia yang mendiami wilayah tertentu.