Translate

Jumat, 13 Mei 2016

Pengertian, Aliran Gaya, dan Tema dalam Karya Seni Lukisan

PENGERTIAN

  • Melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan datar dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu, dengan melibatkan ekspresi, emosi, dan gagasan pencipta secara penuh. Sehingga sebuah lukisan harus dapat menterjemahkan apa yang ada dalam objek, tema atau gagasan secara representatif. Soedarso Sp (1990: 11)
  • Secara umum, seni lukis adalah sebuah pengembangan dari menggambar, biasanya memiliki keunikan atau ciri khas tersendiri. Ciri khas ini didasarkan pada tema, corak/gaya, teknik/bahan dan bentuk karya seni tersebut.
ALIRAN GAYA LUKISAN
Berdasarkan cara pengungkapannya dibagi menjadi tiga: representatif, deformatif, dan nonpresentatif.

  • Representatif, perwujudan gaya seni rupa yang menggunakan keadaan nyata pada kehidupan masyarakat dan gaya alam. Yang termasuk dalam representatif adalah naturalisme, realisme, dan romantisme.
  1. Naturalisme, aliran seni lukis dengan penggambaran yang alami/sesuai dengan keadaan alam. Perbandingan perspektif, struktur, dan warna gelap-terang sangat teliti. Pelukis: Basuki Abdullah, Abdullah Suryobroto, Mas Pringadi, Wakidi, Claude, Rubens, Constabel, dll.
  2. Realisme, aliran yang memandang dunia ini tanpa ilusi, tanpa menambah atau mengurangi objek, sesuai dengan kenyataan hidup (dengan kata lain, ada apanya). Pelukis: Trubus, Wardoyo, Tarmizi, S. Sudjojono, dan Dullah.
  3. Romantisme, bersifat imajiner. Aliran ini melukiskan cerita-cerita yang romantis, peristiwa yang dahsyat atau kejadian yang dramatis. Pelukis: Raden Saleh, Fransisco Goya, dan Turner. 
  • Deformatif, perwujudan gaya seni rupa yang menggunakan perubahan bentuk dari aslinya sehingga menghasilkan bentuk baru namun tidak meninggalkan bentuk aslinya. Yang termasuk yaitu ekspresionisme, impresionisme, surialisme, dan kubisme.
  1. Ekspresionisme, penggambarannya sesuai dengan keadaan jiwa sang perupa yang spontan pada saat melihat objek karyanya. Pelukis: Affandi dan Vincent van Gogh.
  2. Impresionisme, penggambarannya sesuai dengan kesan saat objek tersebut dilukis. Pelukis: Claude Monet, Georges Seurat, Paul Cezame, Paul Gauguin, dan S. Sudjojono.
  3. Surialisme, menyerupai bentuk-bentuk yang sering di alam mimpi. Pelukis mengabaikan bentuk objek secara keseluruhan dan mengolah sedemikian rupa bagian tertentu dari objek sehingga memiliki kesan tertentu tanpa harus mengerti bentuk aslinya. Pelukis: Salvador Dali.
  4. Kubisme, penggambarannya berupa bidang segi empat atau bentuk dasar kubus. Pelukis: Pablo Picasso, But Mochtar, Srihadi, Fajar Sidik, dan Mochtar Apin.  
  • Nonpresentatifperwujudan gaya seni rupa yang bentuknya sulit untuk dikenal, sudah meninggalkan bentuk aslinya dan lebih menekankan pada unsur-unsur formal, struktur, unsur rupa, dan prinsip estetik. Berupa susunan garis, bentuk, bidang, dan warna yang terbebas dari bentuk alam. Gaya ini dipelopori oleh Amry Yahya, Fajar Sidik, But Mochtar, dan Sadali.
TEMA DALAM PEMBUATAN KARYA SENI
  • Hubungan antara manusia dengan dirinya
  • Hubungan antara manusia dengan manusia lain
  • Hubungan antara manusia dengan alam sekitar
  • Hubungan antara manusia dengan benda
  • Hubungan antara manusia dengan aktivitasnya
  • Hubungan antara manusia dengan alam khayal
No
Tema dan Lukisannya
Judul Lukisan
Gaya Lukisan
1.
Hubungan antara manusia dengan dirinya
Potret Diri Topeng-topeng Kehidupan
karya
Affandi
Deformatif, Ekspresionisme
2.
Hubungan antara manusia dengan manusia lain
Bocah Stasiun
karya
Herri Soedjarwanto
Representatif, Realisme
3.
Hubungan antara manusia dengan aktivitasnya
3 Musicians
karya
Picasso
Deformatif,
Kubisme
4.
Hubungan antara manusia dengan alam sekitar
Pemandangan Priangan
karya
Abdullah Suriosubroto
Representatif, Naturalisme

Sabtu, 09 April 2016

Fungsi Kuadrat

A.        Persamaan Kuadrat
1)      Bentuk umum persamaan kuadrat        : ax2 + bx + c = 0, a ¹ 0
2)      Nilai determinan persamaan kuadrat    : D = b2 – 4ac
3)      Akar–akar persamaan kuadrat dapat dicari dengan memfaktorkan ataupun dengan rumus:

4)      Pengaruh determinan terhadap sifat akar:
a)      Bila D > 0, maka persamaan kuadrat memiliki 2 akar real yang berbeda
b)      Bila D = 0, maka persamaan kuadrat memiliki 2 akar real yang kembar dan rasional
c)      Bila D < 0, maka akar persamaan kuadrat imajiner (tidak memiliki akar–akar)

5)      Jumlah, selisih dan hasil kali akar–akar persaman kuadrat
Jika x1, dan x2 adalah akar–akar persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, maka:
a)    Jumlah akar–akar persamaan kuadrat :
b)    Selisih akar–akar persamaan kuadrat   : , x1 > x2
c)    Hasil kali akar–akar persamaan kuadrat    :
d)    Beberapa rumus yang biasa digunakan saat menentukan jumlah dan hasil kali akar–akar persamaan kuadrat
a.   =
b.  =
Catatan:
Jika koefisien a dari persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, bernilai 1, maka
1.      x1 + x2 = – b
2.     


3.      x1 · x2   = c
Bentuk persamaannya ngga bisa. Liat gambar. ⤵
B. Pertidaksamaan Kuadrat
Bentuk BAKU  pertidaksamaan kuadrat adalah
ax2 + bx + c ≤ 0, ax2 + bx + c ≥ 0, ax2 + bx + c < 0, dan ax2 + bx + c > 0
Adapun langkah penyelesaian Pertidaksamaan kuadrat adalah sebagai berikut:
            1. Ubah bentuk pertidaksamaan ke dalam bentuk baku (jika bentuknya belum baku)
            2. Cari nilai pembentuk nolnya yaitu x1 dan x2 (cari nilai akar–akar persamaan kuadratnya)

            3. Simpulkan daerah himpunan penyelesaiannya:
 B.  Menyusun Persamaan Kuadrat Baru
Jika diketahu x1 dan x2 adalah akar–akar dari persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, maka persamaan kuadrat baru dengan akar–akar a dan b, dimana a = f(x1) dan b = f(x2) dapat dicari dengan cara sebagai berikut:
1.   Menggunakan rumus, yaitu:
      x2 – (a + b)x + a b = 0
      catatan :
      Pada saat menggunakan rumus ini harus Anda harus hafal rumus :
      a.        
b.         
2.   Menggunakan metode invers, yaitu jika a dan b simetri, maka persamaan kuadrat baru adalah:
      , dengan b–1  invers dari b
      catatan:
      Pada saat menggunakan metode invers Anda harus hafal rumus:        (a + b)2 = a2 + 2ab + b2
Bentuk persamaannya ngga bisa. Liat gambar. ⤵
C. Menenetukan persamaan grafik fungsi kuadrat
1.      Grafik fungsi kuadrat yang melalui titik balik (xe, ye) dan sebuah titik tertentu (x, y):





2.      Grafik fungsi kuadrat yang memotong sumbu X di dua titik (x1, 0), (x2, 0), dan melalui sebuah titik tertentu (x, y):                                       
D. Kedudukan Garis Terhadap Kurva Parabola
            Kedudukan garis g : y = mx + n dan parabola h :  y = ax2 + bx + c ada tiga kemungkinan seperti pada gambar berikut ini.



TEOREMA
Dimisalkan garis g : y = mx + n dan parabola h :  y = ax2 + bx + c.
Apabila persamaan garis g disubstitusikan ke persamaan parabola h, maka akan diperoleh sebuah persamaan kuadrat baru yaitu:
 yh = yg
ax2 + bx + c  = mx + n
ax2 + bx  – mx+ c – n  = 0
ax2 + (b  – m)x + (c – n)  = 0………….Persamaan kuadrat baru
Determinan dari persamaan kuadrat baru tersebut adalah:
D = (b – m)2 – 4a(c – n)
Dengan melihat nilai deskriminan persamaan kuadrat baru tersebut akan dapat diketahui kedudukan garis g terhadap parabola h tanpa harus digambar grafiknya terlebih dahulu yaitu:

  1. Jika D > 0, maka persamaan kuadrat memiliki dua akar real, sehingga garis g memotong parabola h di dua titik berlainan
  2. Jika D = 0, maka persamaan kuadrat memiliki dua akar yang kembar, sehingga garis g menyinggung parabola h
  3. Jika D < 0, maka persamaan kuadrat tidak memiliki akar real, sehingga garis g tidak memotong ataupun menyinggung parabola h.